
Jakarta - Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Utara resmi menggelar Turnamen Piala Soeratin U-13 dan U-15 tahun 2026. Kompetisi bergengsi ini menjadi ajang penting pembinaan talenta muda, sekaligus wadah seleksi untuk menjaring atlet-atlet potensial menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Berlangsung di Stadion Tugu Jakarta Utara, rangkaian turnamen yang berlangsung hingga 19 Juli 2026 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pemuda dan Olahraga (Kasipora) Jakarta Utara, Bobby, pada Selasa (30/6/2026).
Menariknya, turnamen kali ini tidak hanya fokus memburu prestasi, tapi juga memprioritaskan keselamatan para pemain. BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Kelapa Gading turut ambil bagian memberikan dukungan penuh dengan melindungi seluruh atlet yang bertanding dengan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading, Ivan Sahat H. Pandjaitan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif proteksi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara. Menurutnya, perlindungan ini krusial agar para atlet muda dapat memberikan performa terbaiknya tanpa dibayangi rasa khawatir.
"Kami sangat mengapresiasi langkah progresif PSSI Jakarta Utara yang menaruh perhatian besar pada keselamatan para atlet sejak usia dini. Melalui perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian ini, kami ingin memastikan para pemain bisa tampil total dan bebas cemas di lapangan. Jika terjadi risiko cedera saat bertanding, seluruh biaya perawatan medis akan ditanggung penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh," ujar Ivan Sahat.
Ivan menambahkan, langkah ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman di sektor olahraga, termasuk bagi para pesepak bola yang sedang merintis karier sejak usia dini.
"Pembinaan usia dini yang berkelanjutan harus didukung oleh ekosistem yang aman. Kami berharap sinergi positif ini dapat terus berlanjut di berbagai ajang olahraga lainnya, sehingga para orang tua merasa tenang melepas anak-anak mereka mengejar mimpi menjadi atlet profesional," pungkas Ivan Sahat.