BAZNAS RI Gandeng OKP, Pastikan Bantuan Pendidikan bagi 1.000 Mahasiswa NTT Tepat Sasaran

ANP • Thursday, 24 Sep 2026 - 22:09 WIB

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dalam penyaluran bantuan pendidikan bagi 1.000 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di wilayah terdampak bencana gempa, guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan, bantuan diberikan untuk membantu mahasiswa asal NTT agar tetap melanjutkan pendidikan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana gempa. 

"Untuk itulah BAZNAS menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp1 juta per bulan selama tiga bulan. Jadi, ada sekitar Rp3 juta per orang yang disalurkan bertahap. Insyaallah, kami akan mengadvokasi untuk 1.000 mahasiswa," ujar Idy dalam Sosialisasi Bantuan Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Gempa Bumi untuk Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), yang digelar secara daring, Kamis (24/9/2026).

Idy menjelaskan, dalam pelaksanaan program akan melibatkan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan dalam pengelolaan data serta penjaringan mahasiswa terdampak. Program ini juga akan melibatkan BAZNAS provinsi di sejumlah daerah yang menjadi konsentrasi mahasiswa asal NTT, seperti Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Semarang, Jakarta, dan Bandung.

Lebih lanjut, Idy menegaskan, penyaluran bantuan tetap mengacu pada prinsip tiga aman yang diterapkan BAZNAS, yakni aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.  Ia berharap, bantuan pendidikan tersebut dapat menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa selama keluarga mereka memulihkan kondisi pascabencana.

"Untuk diketahui, bantuan terhadap saudara kita yang non-Muslim terdampak gempa di NTT berasal dari dana infak dan sedekah," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI Agus Siswanto mengatakan, BAZNAS membuka empat jalur pengumpulan data calon penerima, yakni melalui kampus dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kampus, pemerintah pusat dan pemerintah daerah NTT, BAZNAS provinsi atau kabupaten/kota, serta OKP.

"OKP memiliki peran penting bagi BAZNAS untuk menyebarkan informasi program ini ke seluruh struktur jaringan dan cabang. Selain itu, OKP memiliki akses untuk mengetahui masyarakat yang terdampak, menjaring, dan mendata anggota yang terdampak. Tentunya, kami membutuhkan bantuan agar yang direkomendasikan adalah anggota atau keluarga anggota yang memang terdampak gempa," ujar Agus.