Berdayakan Warga lewat Olahan Kelor, UMKM Binaan PEPC Siap Tembus Pasar Internasional

MUS • Thursday, 24 Sep 2026 - 07:42 WIB

Bojonegoro — Keberhasilan UMKM lokal dalam menembus pasar yang lebih luas tidak lepas dari pendampingan dan dukungan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan oleh Herbasina Nutrindo, usaha agribisnis asal Bojonegoro yang bergerak dalam budidaya dan pengolahan daun kelor (Moringa oleifera), yang kini sukses mencatatkan lonjakan omzet berkat binaan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12.

Berdiri sejak 2020 oleh Anita Wahyu Deviani—seorang guru kimia—bersama suaminya, Taufik, Herbasina Nutrindo memproduksi ragam olahan kelor seperti cokelat, mie, teh, hingga tablet. Produk-produk itu dipasarkan secara online maupun offline.

"Onlinenya ada di Shopee dan Tiktok, kemudian offlinenya tersedia di beberapa pusat oleh-oleh seperti di Surabaya, Malang dan sekitaran Bojonegoro. Semuanya laris manis, mulai dari coklat kelor, mie kelor juga," ungkap Taufik.

Pertumbuhan pesat ini dirasakan langsung dari sisi finansial. Omzet bisnis yang awalnya hanya di angka jutaan rupiah, merangkak naik ke belasan juta, hingga kini menyentuh puluhan juta rupiah saban bulannya. Taufik mengapresiasi peran aktif PEPC yang selalu hadir memberikan solusi atas berbagai tantangan usaha mereka.

BACA JUGA: Dari Sampah Jadi Solar hingga Anggur: Senyum Sendangharjo di Bawah Naungan PEPC

"Berkat PEPC bisa berkembang seperti ini. Apa yang kita keluhkan ditampung semua untuk dicarikan solusinya. Terima kasih banyak pepc telah membantu sedemikian rupa sehingga kami sampai pada saat ini," ujar Taufik.

Tak hanya berdampak pada internal usaha, tumbuh kembang Herbasina Nutrindo turut membedayakan warga sekitar. Guna memenuhi permintaan pasar yang kian masif, Herbasina mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kelor yang nantinya disuplai ke pabrik.

"Makin banyak yang menanam kelor, kebutuhan pasar kami akan terpenuhi dan masyarakat memperoleh nilai ekonomisnya," tambah Taufik.

Dari sisi pendamping, Head of Communication Relations & Community Investment and Development (CID) PEPC Zona 12, Weanny Hikmat, melihat potensi besar olahan kelor sebagai superfood yang sedang diminati pasar global.

"Kelor itu sekarang jadi superfood ya, lagi naik daun banget di luar negeri. Kita mengencourage bu Nita. Beliau itu sebenarnya guru kimia. Jadi dia mengolah daun kelor dalam bentuk tablet, teh, mie, coklat dan berbagai macam," kata Weanny.

Untuk mendorong Herbasina naik kelas, PEPC memberikan tantangan agar produk lokal ini mampu bersaing dengan jenama internasional, terutama dari segi pengemasan dan promosi.

"Jadi kami bilang, bu bayangkan dari produk yang sama tapi dari segi harga jauh sekali. Padahal isi dan manfaatnya sama persis," tutur Weanny.

Tantangan itu disambut positif oleh Herbasina. Berbekal inovasi produk dan standar mutu yang terus ditingkatkan, PEPC optimistis usaha binaannya dapat melangkah lebih jauh.

"Kita berharap produknya bisa segera menembus pasar internasional," pungkas Weanny.