
Jakarta – BPJS Kesehatan mendorong penguatan literasi jaminan sosial di lingkungan pendidikan sebagai upaya membangun pemahaman generasi muda mengenai pentingnya perlindungan kesehatan sekaligus keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari mengatakan, pendidikan menjadi salah satu ruang untuk mengenalkan jaminan sosial sejak dini. Menurutnya, pemahaman mengenai jaminan sosial tidak cukup hanya diberikan ketika seseorang sudah menjadi dewasa, namun perlu dibangun sejak usia sekolah agar generasi muda memahami sistem, manfaat, serta peran dalam menjaga keberlangsungan program.
“Kalau kita ingin membangun keberlanjutan JKN, kita perlu memulainya dari hulu, yaitu pendidikan. Generasi muda perlu memahami bukan hanya apa manfaat JKN, tetapi juga bagaimana sistem jaminan sosial bekerja dan menjaga keberlangsungannya menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Vetty.
Vetty menyebut salah satu upaya dapat didorong melalui pengembangan Kurikulum Jaminan Sosial (KUR JAMSOS) sebagai investasi dalam menumbuhkan pemahaman dan perilaku generasi muda terhadap sistem jaminan sosial. KUR JAMSOS diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya memahami konsep jaminan sosial, tetapi juga mampu berperilaku tepat dan berkontribusi aktif dalam mendukung sistem JKN yang berkelanjutan.
“Literasi jaminan sosial tidak berhenti pada pengetahuan. Yang ingin dibangun adalah pemahaman yang kemudian mendorong perubahan perilaku. Ketika generasi muda memahami sistem jaminan sosial dengan baik, mereka diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat sekaligus menjadi sumber informasi yang benar bagi lingkungan sekitarnya,” kata Vetty.
Implementasi literasi jaminan sosial dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan di lingkungan pendidikan, seperti kuliah umum, keterlibatan praktisi sebagai pengajar, pembekalan mahasiswa dalam kegiatan KKN, hingga integrasi materi jaminan sosial dalam pembelajaran. Salah satu pendekatan yang bersifat interaktif adalah Lomba Cerdas Cermat BPJS Kesehatan yang melibatkan pelajar SMA/sederajat dan mahasiswa perguruan tinggi.
Melalui kompetisi tersebut, pelajar tidak hanya diuji mengenai pengetahuan tentang JKN dan BPJS Kesehatan, tetapi juga diajak memahami berbagai persoalan terkait jaminan kesehatan. Format kompetisi memungkinkan proses edukasi berlangsung secara lebih partisipatif, sekaligus mendorong kemampuan berpikir kritis, merespons informasi, dan bekerja sama.
Melalui kompetisi tersebut, peserta tidak hanya menguji pengetahuan mengenai JKN dan BPJS Kesehatan, tetapi juga diajak memahami pentingnya jaminan sosial sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, merespons informasi, dan bekerja sama dalam tim.
“Pelajar hari ini adalah bagian dari masyarakat yang akan menentukan keberlanjutan sistem jaminan sosial di masa depan. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman yang baik sejak sekarang dan mampu membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujar Vetty.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat memandang bahwa edukasi kepada generasi muda penting dilakukan karena keberlanjutan JKN juga bergantung pada masyarakat yang memahami program dengan benar. Konsistensi penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat yang dilakukan BPJS Kesehatan selama tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa literasi jaminan sosial dapat dibangun dengan cara yang dekat dengan generasi muda, sekaligus melatih mereka untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap informasi.
“JKN hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan kesehatan. Namun kekuatan program ini juga ditentukan oleh pemahaman publik terhadap nilai yang menopangnya. Karena itu, sekolah dan perguruan tinggi mempunyai posisi penting sebagai mitra edukasi, agar generasi muda tidak hanya mengenal JKN, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang benar dan memahami tanggung jawab bersama dalam menjaganya,” tegas Stevanus.
Menurutnya, edukasi kepada generasi muda mempunyai hubungan langsung dengan keberlanjutan Program JKN. Edukasi JKN perlu terus berkembang dan menjangkau generasi muda secara lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini akan lebih berarti apabila dibawa kembali ke sekolah, kampus, keluarga, dan lingkungan masing-masing dengan cara yang sederhana, benar, dan bertanggung jawab.
Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Mahesa Paranadipa Maykel menilai, kegiatan lomba cerdas cermat ini ingin menciptakan generasi yang paham jaminan sosial. Menurutnya, selama ini masyarakat mungkin mengenal JKN hanya dari kartu peserta, aplikasi, atau layanan di fasilitas kesehatan.
Di balik Program JKN terdapat prinsip gotong royong, di mana seluruh pihak dalam ekosistem JKN bersama-sama menjaga keberlangsungan program. Dengan prinsip tersebut, peserta dapat memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak selalu dapat dihadapi sendiri.
"Karena itu, yang ingin dibangun bukan sekadar pengetahuan tentang apa itu JKN, tetapi pemahaman mengenai mengapa JKN harus dijaga keberlangsungannya. Generasi muda memiliki peran yang besar di masa depan, sehingga penting bagi mereka untuk memahami jaminan sosial sejak dini dan turut menjadi bagian dalam menjaga keberlanjutan JKN," tegas Mahesa.
Berikut Nama Pemenang Lomba Cerdas Cermat BPJS Kesehatan Tahun 2026
Juara 1 SMA Negeri 3 Palu
Juara 2 SMA Negeri 1 Giri Banyuwangi
Juara 3 SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Timur
Juara 1 Politeknik Kesehatan Malang
Juara 2 Politeknik Kesehatan Pontianak
Juara 3 Universitas Cendrawasih
Tingkat SMA/Sederajat : SMA Negeri 3 Palu
Tingkat Perguruan Tinggi : Universitas Cendrawasih
Tingkat SMA/Sederajat : SMA Negeri 3 Palu
Tingkat Perguruan Tinggi : Universitas Cendrawasih