Buka ADUJAKNAS 2026, Wamen Isyana Ajak Gen Z Bergerak dan Beri Dampak Nyata

RED • Tuesday, 22 Sep 2026 - 11:58 WIB

JAKARTA – Generasi Z (Gen Z) yang lahir pada 1997 - 2012 menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, kelompok usia 13-28 tahun mencapai 24,93 persen dari total penduduk Indonesia.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mengambil peran dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Hal tersebut disampaikan Isyana saat membuka _Sashing Ceremony_ Duta Genre dalam rangkaian Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre Nasional (ADUJAKNAS) 2026 di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Isyana, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu modal penting bagi Duta Genre. Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mengajak sesama remaja melakukan kegiatan positif, termasuk memberikan dukungan kepada kelompok yang menghadapi berbagai persoalan.

“Salah satunya adalah bergabung dengan Forum Genre (Generasi Berencana) Indonesia. Potensi _public speaking_ Duta Genre menjadi suatu hal yang penting. Mereka dapat berbicara dengan sesama remaja, bisa terjun langsung ke daerah-daerah yang terkena bencana untuk membantu dalam pemulihan mental,” ujar Wamen Isyana.

Ia juga mengingatkan para anggota Forum Genre Indonesia (FGI) agar tidak hanya berfokus pada pengembangan diri. Para remaja yang memiliki kemampuan interpersonal dan akademis yang baik diharapkan turut merangkul anak muda lain yang menghadapi keterbatasan dan berbagai tantangan.

Untuk itulah kegiatan ADUJAKNAS ke-16 ini diselenggarakan dengan mengangkat tema "Gen Z Impact: Gerak Nyata untuk Indonesia”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pendidik sebaya dan konselor sebaya untuk berbagi program serta menunjukkan dampak nyata dalam menjawab isu-isu krusial remaja, seperti pencegahan perkawinan anak, kesehatan mental, _digital literacy_, hingga optimalisasi bonus demografi.

Kegiatan yang berlangsung pada 21-22 September 2026 ini juga menjadi momentum pemilihan Duta Genre Tingkat Nasional. Duta Genre terpilih diharapkan menjadi role model sekaligus _agent of change_ bagi remaja di Indonesia.

Para Duta Genre juga akan berperan dalam penguatan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). Program ini merupakan wadah kegiatan yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja untuk memberikan akses informasi, pelatihan, dan konseling mengenai Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).

Saat ini, PIK-R juga berkolaborasi dengan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat.

Wamen Isyana berharap Duta Genre tidak berhenti pada pencapaian sebagai pemenang atau perwakilan daerah. Mereka diharapkan mampu membawa semangat perubahan dan menjadi penggerak di tengah masyarakat.

“Untuk para Duta Genre dari seluruh provinsi, yang paling penting adalah melakukan yang terbaik, penuh rasa tanggung jawab, dan bisa menginspirasi sesama remaja Indonesia,” harap Wamen Isyana.