
JAKARTA — Beroperasinya LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai dinilai dapat memperkuat konektivitas transportasi publik di Ibu Kota. Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyebut terdapat lima dampak yang perlu diperhatikan dari pengoperasian jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun tersebut.
Fahira mengatakan, keberadaan LRT dapat memperkuat integrasi antarmoda, terutama karena Manggarai juga menjadi simpul KRL Commuter Line, Transjakarta, dan kereta bandara. Menurutnya, integrasi tersebut perlu didukung perpindahan moda yang mudah, aman, informasi perjalanan yang jelas, dan sistem pembayaran yang semakin terintegrasi.
“Transportasi publik adalah salah satu fondasi utama kota global. LRT Kelapa Gading–Manggarai memperkuat konektivitas utara, timur, hingga pusat Jakarta dan memberikan pilihan perjalanan yang semakin cepat, nyaman, dan terprediksi bagi warga,” ujar Fahira dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9).
Dampak kedua, kata Fahira, berkaitan dengan waktu perjalanan dan produktivitas warga. Rute Kelapa Gading–Manggarai dapat ditempuh sekitar 28 menit sehingga berpotensi mengurangi waktu perjalanan bagi pekerja, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang melakukan mobilitas lintas kawasan.
Ketiga, LRT dinilai dapat mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Dengan target sekitar 80 ribu penumpang per hari, efektivitasnya akan bergantung pada keandalan layanan, tarif, frekuensi perjalanan, serta koneksi first mile dan last mile. Peralihan tersebut juga berpotensi mengurangi kemacetan, konsumsi bahan bakar, dan emisi kendaraan.
Keempat, keberadaan stasiun LRT dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit-Oriented Development (TOD). Fahira menyebut kawasan sekitar stasiun berpotensi menggerakkan UMKM, ritel, kuliner, jasa, dan lapangan kerja, dengan manfaat ekonomi yang juga perlu dirasakan masyarakat sekitar.
Kelima, LRT disebut dapat memperkuat konektivitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif. Fahira menilai pengembangan transportasi massal perlu memperhatikan akses bagi penyandang disabilitas, lansia, perempuan, anak, serta kelompok masyarakat lainnya.
Fahira meminta fase operasional LRT dievaluasi secara berkala berdasarkan pengalaman penumpang. Ketepatan waktu, waktu tunggu, integrasi feeder, keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, dan keterjangkauan tarif dinilai perlu menjadi indikator pelayanan.
“Jakarta menuju lima abad membutuhkan sistem transportasi yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif dan benar-benar memudahkan kehidupan warga,” kata Fahira.
LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Jalur sepanjang 12,2 kilometer tersebut memiliki 11 stasiun dan menghubungkan kawasan Kelapa Gading dengan Manggarai.