
Jakarta — BINUS University melalui Character Building Development Center (CBDC) resmi menerapkan pembelajaran Character Building berkolaborasi dengan Artificial Intelligence (AI) mulai semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Inovasi ini diimplementasikan pada rumpun Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK)—meliputi Pancasila, Agama, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia—sebagai bentuk transformasi teknologi pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika era digital.
Manager CBDC BINUS University, Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th., menegaskan pemanfaatan AI tidak bertujuan menggantikan peran dosen maupun nilai-nilai kemanusiaan. Sebaliknya, teknologi ini hadir sebagai sarana untuk memperkaya interaksi dan kualitas belajar mahasiswa di ruang kelas.
“Mulai Semester Ganjil 2026/2027, BINUS University secara bertahap menerapkan pembelajaran Character Building berbasis Artificial Intelligence pada mata kuliah Pancasila, Agama, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Kami memandang AI sebagai mitra dan instrument pembelajaran yang membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, kreatif, dan etis dalam menghadapi tantangan era digital saat ini,” ujar Dr. Fios.
CBDC, lanjut Fios, mengintegrasikan berbagai platform AI sebagai alat bantu diskusi akademik, analisis kasus, pengembangan literasi digital, hingga pendampingan belajar yang lebih personal, reflektif, dan interaktif. Meski demikian, fondasi utama pendidikan karakter di BINUS University tetap berakar pada prinsip moral, kebangsaan, spiritualitas, dan integritas.
“Karakter tidak dibangun oleh teknologi. AI digunakan secara etis dan bertanggung jawab untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, etika, toleransi, kebhinekaan, cinta tanah air, serta kemampuan berkomunikasi yang baik dalam Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, peran dosen sebagai fasilitator utama, pembimbing arah belajar, dan teladan keutamaan tetap sangat penting,” tegasnya.
Melalui komitmen ini, CBDC BINUS University memastikan penerapan AI berjalan di atas prinsip etika, tanggung jawab akademik, dan pendekatan human-centered learning. Dengan begitu, pendidikan karakter di BINUS University tetap menjadi ruang pembentukan pribadi yang mengedepankan nilai, kebijaksanaan, serta kepedulian sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi.