Dari Rembang ke Industri Kreatif, Ditra Buka Akses bagi Talenta Muda

AKM • Monday, 7 Sep 2026 - 21:39 WIB
Febrian Putra, atau Ditra Menggeluti Dunia Kreatif

JAKARTA — Keterbatasan akses informasi tidak menghalangi Febrian Putra, atau Ditra, untuk mengenal dunia industri kreatif. Tumbuh di Rembang, Jawa Tengah, Ditra sejak remaja memanfaatkan majalah dan tabloid sebagai sumber informasi untuk mengenal desain, arsitektur, hingga kehidupan profesional di kota besar.

Ketertarikannya pada dunia desain bahkan mendorong Ditra mengirim surat kepada Ikatan Arsitek Indonesia pada awal 2000-an untuk mencari informasi mengenai profesi arsitek. Surat tersebut tidak pernah mendapat balasan, tetapi pengalaman itu justru mendorongnya mencari jalan lain untuk mengenal dunia yang diminatinya.

Dalam keterangan tertulis di terima Media, Saat SMA, ketertarikan tersebut berkembang melalui kegiatan majalah dinding sekolah. Setelah sempat mencoba masuk jurusan arsitektur di Universitas Gadjah Mada dan belum berhasil, Ditra kemudian mengenal Desain Komunikasi Visual (DKV) di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, ia mempelajari sejumlah bidang, mulai dari desain grafis, multimedia hingga periklanan. Advertising menjadi bidang yang paling menarik perhatiannya karena menggabungkan kreativitas, pemikiran strategis dan kemampuan memahami audiens.

Pengalaman magang kemudian membuka jalan Ditra memasuki dunia profesional. Setelah lulus, ia berkarier di sejumlah agensi advertising, antara lain BBDO, McCann Worldgroup, J. Walter Thompson (JWT) dan Dentsu. Selama perjalanan tersebut, ia terlibat dalam berbagai proyek bersama sejumlah merek dan memperoleh pengalaman serta penghargaan di industri periklanan.

Perjalanan pendidikannya juga mendapat dukungan melalui beasiswa Tanoto Foundation ketika ia berkuliah di ITB. Selain membantu meringankan beban keluarga, program tersebut memberinya kesempatan mengikuti pelatihan dan membangun jejaring dengan sesama penerima beasiswa serta alumni.

“Saya ini tahu Tanoto Foundation itu rapi banget secara organisasi dan programnya. Saat pelatihan, kami juga bisa menjalin komunikasi dengan semua penerima beasiswa, termasuk dengan para alumni sehingga kami bisa membangun networking,” ujar Ditra.

Setelah sekitar 15 tahun bekerja di berbagai agensi, Ditra memilih mengambil jalur berbeda dengan mendirikan Animal3 Creative sekitar empat tahun lalu. Keputusan tersebut membuatnya tidak hanya berkutat pada pekerjaan kreatif, tetapi juga belajar mengelola bisnis, tim dan organisasi.

“Kalau saya lanjutkan sebagai karyawan di perusahaan agensi, nanti kayaknya bakal gitu-gitu saja. Terus akhirnya saya berpikir, kayaknya seru bikin sendiri,” katanya.

Akses Bagi Calon Talenta

Pengalaman tersebut kemudian membuat Ditra melihat pentingnya akses bagi calon talenta industri kreatif. Menurut dia, kemampuan kreatif tidak semestinya hanya berkembang di kalangan anak muda yang tinggal di kota besar atau memiliki akses lebih luas terhadap informasi.

Pandangan itu mendorong Ditra memperkenalkan dunia advertising kepada pelajar SMA dan SMK, termasuk di daerah asalnya, Rembang. Materi yang diberikan mencakup cara kerja industri periklanan, komunikasi merek, pemahaman terhadap audiens hingga proses mengembangkan ide menjadi sebuah kampanye.

Ditra menegaskan, pengenalan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencetak calon pekerja advertising. Ia ingin para pelajar memahami bahwa kemampuan kreatif dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, pengembangan produk dan kegiatan kreatif lainnya.

“Bukan untuk selalu menjadi pekerja, tapi setidaknya saya ingin kasih informasi, lo bisa melakukan banyak hal nanti,” tuturnya.

Bagi Ditra, pengalaman pribadinya menunjukkan bahwa kesempatan untuk mengenal dunia baru dapat menjadi titik awal bagi seseorang dalam menentukan masa depan. Karena itu, ia menilai perluasan akses informasi dan pengalaman bagi pelajar dapat menjadi salah satu cara untuk membantu munculnya talenta-talenta baru di industri kreatif.

Dari pengalaman tumbuh jauh dari pusat industri hingga membangun agensi sendiri, Ditra kini memilih membagikan pengetahuan yang diperolehnya kepada generasi muda. Upaya tersebut menjadi bagian dari pandangannya bahwa perkembangan industri kreatif tidak hanya membutuhkan perusahaan dan klien, tetapi juga generasi baru yang memiliki kesempatan untuk mengenal, mencoba dan mengembangkan potensinya.