SLB Indonesia Raih Empat IQSA Awards 2026, Perkuat Safety lewat Teknologi dan Leadership

ANP • Wednesday, 2 Sep 2026 - 16:19 WIB

JAKARTA - Bagi PT Schlumberger Geophysics Nusantara atau SLB Indonesia, keselamatan bukan sekadar seperangkat aturan yang harus dipatuhi. Di tengah industri energi yang memiliki tingkat risiko tinggi, keselamatan dibangun melalui perpaduan antara sistem yang tepat, teknologi, kompetensi manusia, dan kepemimpinan yang hadir dekat dengan para pekerja di lapangan.

Komitmen tersebut mendapat pengakuan melalui ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards 2026 (IQSA Awards 2026). SLB Indonesia berhasil meraih empat penghargaan sekaligus.

Dua penghargaan diberikan kepada perusahaan, yakni The Global Excellence in Advanced Energy Technology and Sustainable Energy Operations 2026 serta The Best Team in QHSE & Commitment in Operational Integrity 2026.

Sementara itu, dua penghargaan lainnya diberikan kepada insan SLB Indonesia. Nurzhan Ongaltayev meraih penghargaan The Best QHSE Director 2026, sedangkan Alam Sarkim mendapatkan penghargaan The Best Leadership VP HSSE In Safety Culture 2026.

Bagi Alam Sarkim, HSE Manager SLB Indonesia, penghargaan tersebut datang dengan kejutan sekaligus kebanggaan. Apalagi, IQSA Awards menjadi pengalaman pertama bagi SLB Indonesia dalam ajang penghargaan QHSE tersebut.

“Kami bangga dan berterima kasih karena penghargaan ini benar-benar membuka wawasan kami bukan cuma untuk di dunia energi Indonesia, tapi juga bagaimana safety di seluruh industri di Indonesia,” ujar Alam Sarkim di Malam Penghargaan IQSA Awards 2026 di Hotel Bidakara pada Jumat (28/9/2026).

Menurutnya, penghargaan ini juga bisa menjadi media untuk berbagi pengalaman dan sharing program sehingga kedepannya program-program HSSE di Indonesia bisa lebih bagus lagi.

Pemanfaatan Teknologi dan Peran Kepemimpinan

SLB Indonesia merupakan perusahaan teknologi di bidang energi yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1930. Dari pekerjaan pertamanya di Sumur Rantau 1, Aceh, aktivitas SLB Indonesia kini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam perjalanan panjang tersebut, perkembangan teknologi berjalan beriringan dengan perubahan pendekatan terhadap keselamatan dan keberlanjutan operasi. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penerapan QHSE di SLB Indonesia adalah bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu mengurangi risiko pekerjaan.

Alam mencontohkan penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendukung aspek keselamatan dalam aktivitas mengemudi. Selain itu, SLB Indonesia juga mengubah cara pandang terhadap pekerjaan dan risiko melalui pendekatan “learning from normal work” — belajar dari aktivitas sehari-hari untuk mencegah insiden sebelum terjadi.

Teknologi dan sistem yang baik tetap membutuhkan manusia sebagai penggeraknya. Karena itu, kepemimpinan menjadi salah satu elemen penting dalam membangun budaya keselamatan.

“Pemimpin atau leadership memegang peran yang sangat penting karena beliau-beliau ini yang bisa membuka bottleneck atau challenges yang ada di lapangan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pemimpin harus hadir di lapangan. Berdialog langsung dengan pekerja, mendengarkan tantangan yang mereka hadapi, serta melakukan reality check untuk melihat kondisi aktual di lapangan dan memastikan program pencegahan kecelakaan benar-benar diterapkan.Hal ini penting karena risiko di lapangan sangat tinggi. Seringkali pekerjaan diselesaikan tanpa kajian risiko yang memadai dan tanpa proses eskalasi yang jelas.

Sebagai Manager HSE, Alam menargetkan tidak ada fatality dan tidak ada permanent impairment di SLB Indonesia. Permanent impairment mengacu pada cedera yang menyebabkan seseorang kehilangan kualitas hidup secara permanen atau berdampak serius terhadap kualitas hidup keluarganya.

“Kalau ditanya target utama kami, jawabannya satu: No Fatality, No Permanent Impairment. Karena cedera permanen bukan hanya mengubah hidup pekerja, tapi juga masa depan keluarganya. Tujuan kami sederhana: pastikan semua orang pulang dengan selamat setiap hari. Dan itu hanya bisa kita wujudkan apabila semua pihak bekerja bersama untuk membangun ekosistem HSSE yang kuat dan sustainable” pungkasnya.