
BOGOR — Habibie Mahabbah, S.IP., MM terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Pemuda LIRA di Hotel New Ayuda, Bogor, Jawa Barat, 26–27 Agustus 2026.
Habibie menerima mandat menggantikan Adam Irham setelah peserta Munas menyepakati kepemimpinannya untuk lima tahun mendatang. Sebelumnya, Habibie menjabat Sekretaris Jenderal DPP Pemuda LIRA.
“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Pemuda LIRA dari Bung Adam Irham,” ujar Habibie.
Ia menegaskan, kepemimpinannya akan diarahkan untuk memperkuat soliditas organisasi, memperluas kontribusi kepada masyarakat, serta mendorong Pemuda LIRA lebih aktif dalam agenda kebangsaan.
Salah satu perhatian utama Habibie adalah kondisi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang masih terfragmentasi menjadi lima kubu. Menurutnya, perpecahan tersebut membuat energi pemuda tersita, padahal kekuatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kasihan energi pemuda Indonesia terkuras di situ. Padahal potensi anak muda Indonesia perlu disatukan dalam bingkai persatuan pembangunan nasional untuk mengejar Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Habibie mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengambil peran sebagai fasilitator untuk mempertemukan lima pimpinan DPP KNPI. Ia menilai pemerintah tidak perlu mengambil alih organisasi, tetapi cukup membuka ruang dialog agar seluruh pihak dapat mencari kesepakatan.
“Panggil kelima pimpinan DPP KNPI ini. Dengarkan mereka para pemuda,” katanya.
Bahkan, Habibie berharap Presiden Prabowo Subianto dapat turun tangan jika diperlukan. “Jika perlu Pak Presiden Prabowo turun tangan menyelesaikan ini semua. Jangan anggap perpecahan ini biasa-biasa saja,” ujarnya.
Menurut Habibie, rekonsiliasi dapat dimulai dari komunikasi sederhana tanpa harus melalui forum yang rumit. “Mungkin hanya duduk, ngopi dan membuat kesepakatan-kesepakatan untuk bersatu,” katanya.
Munas III juga membentuk Tim Formatur yang terdiri dari ketua umum terpilih, ketua umum sebelumnya, dua unsur DPW LIRA, dan satu unsur DPD LIRA untuk menyusun kepengurusan periode 2026–2031.
Dengan mandat baru tersebut, Habibie menempatkan persatuan pemuda sebagai salah satu agenda penting. Ia menilai generasi muda harus diarahkan untuk berkarya, berinovasi, memperkuat ekonomi, demokrasi, dan pembangunan nasional demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.