Gempa Ngada-Nagekeo, Kemendikdasmen Salurkan Santunan Rp305 Juta untuk Guru dan Murid

AKM • Wednesday, 26 Aug 2026 - 10:38 WIB
Pemberian Santunan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat mengunjungi SD Inpres Ngelapadhi, Kabupaten Ngada, Senin (24/8/2026)

NGADA, NUSA TENGGARA TIMUR — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan santunan senilai total Rp305 juta kepada guru dan murid yang menjadi korban gempa bumi di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga satuan pendidikan yang terdampak bencana, sekaligus membantu meringankan beban keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka.

Dari total bantuan tersebut, Rp25 juta diberikan sebagai santunan duka, masing-masing Rp10 juta untuk seorang guru yang meninggal dunia dan Rp5 juta untuk tiga murid yang meninggal dunia akibat gempa.

Sementara itu, Rp280 juta dialokasikan untuk korban yang mengalami luka-luka, terdiri atas Rp270 juta bagi guru dan Rp10 juta bagi murid.

Santunan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat mengunjungi SD Inpres Ngelapadhi, Kabupaten Ngada, Senin (24/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menemui langsung guru dan murid yang terdampak bencana.

Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan trauma, para siswa menyambut kedatangan Mendikdasmen dengan menyanyikan lagu Rukun Sama Teman. Abdul Mu’ti kemudian ikut bernyanyi bersama para siswa sebelum berdialog mengenai cita-cita mereka.

Korban Gempa

Salah seorang siswa dengan percaya diri menyampaikan keinginannya untuk menjadi anggota TNI. Mendengar jawaban tersebut, Abdul Mu’ti memberikan semangat agar para siswa tetap memiliki keberanian untuk bermimpi meski tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Terus semangat belajar, tidak menyerah, dan jangan takut untuk bercita-cita tinggi,” kata Abdul Mu’ti.

Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat anak-anak setelah mengalami peristiwa gempa. Kemendikdasmen menilai pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga penting untuk memastikan guru dan murid dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan rasa aman.

Salah seorang guru korban gempa dari TKN Libunio, Maria Epivania Getrudis, mengisahkan pengalaman saat gempa terjadi. Ketika itu, ia dan suaminya sedang tertidur sebelum terbangun setelah mendengar teriakan anggota keluarga yang memberitahukan terjadinya gempa.

“Kami langsung lari keluar. Kami tidak melihat lagi apa yang kami injak. Sempat jatuh karena ada tangga, tetapi tetap lari sekitar 100 meter sampai ke tempat kosong,” tutur Maria.

Setelah berhasil mencapai lokasi yang dianggap aman, Maria baru menyadari bahwa dirinya dan sejumlah anggota keluarga mengalami luka. Pengalaman tersebut masih membekas hingga kini. Getaran kecil terkadang membuatnya spontan merasa khawatir gempa kembali terjadi.

Karena itu, kehadiran Mendikdasmen di tengah masyarakat terdampak dinilai memberikan dukungan moral bagi para korban. Maria mengaku terharu sekaligus bangga dapat bertemu langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Bertemu langsung dengan Bapak Menteri merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Kami yang berada di ujung timur bisa dikunjungi oleh Bapak Menteri dari pusat, itu luar biasa. Trauma-trauma kami sebelumnya semakin terobati dengan kehadiran Bapak Menteri,” ujarnya.

Abdul Mu’ti pun memberikan apresiasi kepada para guru yang tetap berupaya menjalankan tugas pendidikan meski menghadapi kondisi pascabencana.

“Bapak ibu sudah menjadi guru yang hebat, membangkitkan semangat dan mencerdaskan anak-anak kita,” ujar Abdul Mu’ti.

Dukungan pemerintah tersebut juga mendapat apresiasi dari Bupati Ngada Raymundus Bena. Ia menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mendikdasmen yang dinilai menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat, khususnya warga satuan pendidikan yang terdampak gempa.

“Atas nama masyarakat Kabupaten Ngada, para kepala sekolah, orang tua, murid, dan guru-guru, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak Menteri di tempat ini. Bapak Menteri hadir sekaligus memberikan dukungan,” kata Raymundus.

Penyaluran santunan ini menjadi bagian dari dukungan Kemendikdasmen dalam membantu pemulihan warga pendidikan di wilayah terdampak gempa. Selain bantuan material, kehadiran langsung pemerintah diharapkan dapat menguatkan kembali semangat guru dan murid agar proses pendidikan tetap berjalan di tengah upaya pemulihan pascabencana.