Cegah Karhutla, Gelora Riau Minta Larangan Membakar Lahan Disertai Bantuan Alat dan Subsidi

MUS • Tuesday, 25 Aug 2026 - 20:21 WIB

Pekanbaru — Gelora Riau mendorong pemerintah daerah menyediakan layanan pembukaan lahan tanpa bakar yang terjangkau bagi masyarakat. Larangan menggunakan api dinilai harus disertai alat, pendampingan, pembiayaan, dan pilihan usaha yang memungkinkan petani tetap mengelola lahannya.

Ketua Bidang Kepemudaan DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Riau, Muhammad Faisal mengatakan beban pencegahan karhutla tidak dapat diletakkan sepenuhnya kepada petani tanpa menyediakan alternatif yang dapat mereka jangkau.

“Jangan hanya mengatakan kepada petani, ‘jangan membakar’, lalu membiarkan mereka mencari sendiri cara yang lebih mahal. Larangan harus datang bersama alat, pendampingan, pembiayaan, dan pilihan usaha yang masuk akal,” kata Faisal di Pekanbaru, Selasa (25/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian aksi “Pekanbaru Sesak” yang digelar Bidang Kepemudaan DPW Gelora Riau bersama Gen Z Gelora Riau. Selain membagikan sekitar 1.000 masker dan air mineral kepada pengendara, mereka membawa sejumlah usulan untuk memperkuat pencegahan karhutla.

Salah satu usulannya adalah pembentukan unit jasa pembukaan lahan tanpa bakar di tingkat kecamatan atau desa. Unit tersebut dapat menyediakan peralatan yang digunakan secara bersama sehingga masyarakat tidak harus membeli atau menyewa alat sendiri dengan biaya tinggi.

Pemerintah daerah juga dapat memberikan subsidi berdasarkan luas lahan yang telah diverifikasi. Skema tersebut perlu disertai pendampingan agar sisa vegetasi tidak menjadi persoalan baru, tetapi dapat diolah menjadi mulsa atau kompos.

BACA JUGA: Dari Pekanbaru untuk Indonesia: Menjawab Tantangan Geopolitik Melalui Regenerasi Keummatan

Menurut Faisal, pendekatan itu akan membuat kebijakan pencegahan lebih mudah dilaksanakan. Masyarakat memperoleh cara yang legal dan terjangkau untuk mengelola lahan, sementara pemerintah dapat mengawasi lokasi, luas area, penggunaan alat, dan hasil pekerjaannya.

Kementerian Kehutanan juga mengajak masyarakat tidak membuka lahan menggunakan api dan segera melaporkan indikasi kebakaran kepada aparat atau instansi terkait. Gelora Riau menilai imbauan tersebut perlu diperkuat di daerah melalui penyediaan sarana dan layanan yang langsung dapat digunakan masyarakat.

Ketua Gen Z Gelora Riau Habib Rabbani Alhafizd mengatakan anak muda perlu ikut mengawasi agar layanan pembukaan lahan tanpa bakar benar-benar tersedia dan dapat dijangkau masyarakat. Menurutnya, solusi tidak boleh berhenti sebagai gagasan, tetapi harus sampai ke desa-desa yang menghadapi risiko karhutla.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Riau Iskandar mengatakan gagasan pembukaan lahan tanpa bakar perlu dirumuskan lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, solusi tersebut penting agar penanganan karhutla tidak hanya berisi larangan dan penindakan, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Masker menjawab kebutuhan masyarakat hari ini, sedangkan perbaikan sistem menentukan apakah persoalan yang sama kembali terulang tahun depan. Karena itu, integrasi data, deteksi dan respons dini, layanan pembukaan lahan tanpa bakar, serta perlindungan kesehatan harus dikawal menjadi agenda bersama,” ujar Iskandar.

Gelora Riau menilai kepatuhan akan lebih mungkin terwujud apabila pilihan tanpa bakar tersedia, mudah diakses, dan tidak menempatkan seluruh biaya perubahan cara kerja pada masyarakat kecil.