HUT ke-81 RI, Kemandirian Daerah Jadi Kunci Indonesia Berdaulat dan Makmur

AKM • Monday, 17 Aug 2026 - 11:45 WIB
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris (Istimewa)

JAKARTA — Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menilai kemandirian daerah menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Hal itu disampaikannya dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Fahira mengatakan, kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai sebagai kedaulatan negara, tetapi juga harus diwujudkan melalui pemerataan pembangunan, pelayanan publik, serta kesempatan ekonomi bagi masyarakat di seluruh daerah.

“Selamat HUT ke-81 Republik Indonesia. Kemandirian daerah adalah salah satu kunci Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Negara akan kuat ketika daerahnya kuat, rakyatnya berdaya, pelayanan publiknya merata, dan kekayaan lokalnya benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ujar Fahira di Jakarta.

Menurutnya, kemandirian daerah bukan berarti pemerintah daerah berjalan sendiri. Pemerintah pusat tetap memiliki peran penting dalam menjaga standar pelayanan nasional, memberikan afirmasi bagi daerah tertinggal, serta memastikan hubungan keuangan pusat dan daerah berjalan secara adil.

Enam Alasan 

Fahira menyebut sedikitnya ada enam alasan kemandirian daerah penting bagi Indonesia. Pertama, kedaulatan nasional membutuhkan daerah yang kuat, termasuk daerah perbatasan dan pulau terluar. Kedua, kemandirian daerah dapat mendorong pemerataan pembangunan sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Ketiga, penguatan fiskal daerah diperlukan agar pemerintah daerah memiliki kemampuan lebih besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Fahira, transfer dari pemerintah pusat tetap penting, tetapi harus diiringi dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui pengelolaan aset, BUMD, investasi, dan potensi ekonomi lokal.

“Dua agenda harus berjalan bersama, yakni transfer yang adil dan berkualitas, serta kemampuan daerah memperbesar pendapatan dan membelanjakannya secara lebih produktif,” katanya.

Keempat, kemandirian ekonomi daerah dinilai dapat mempercepat pemerataan kesejahteraan melalui penguatan UMKM, koperasi, BUMD, industri pengolahan, pariwisata, pertanian, perikanan, serta sektor ekonomi lokal lainnya.

Kelima, ketahanan nasional juga bergantung pada kemampuan setiap daerah menghadapi berbagai risiko, mulai dari pangan, energi, air, kesehatan, lingkungan, bencana, hingga perubahan iklim.

Keenam, kemandirian daerah dinilai dapat memperkuat demokrasi, inovasi, dan akuntabilitas karena pemerintah daerah merupakan level pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

“Jangan sampai daerah hanya menjadi tempat sumber daya diambil, sementara nilai tambah, pekerjaan, dan kesejahteraannya justru tumbuh di tempat lain,” ujar Fahira.

Fahira menegaskan DPD RI akan terus mengawal kepentingan daerah dalam kebijakan nasional, termasuk terkait hubungan keuangan pusat dan daerah, pelayanan dasar, pembangunan wilayah kepulauan, pengelolaan sumber daya, serta pemerataan ekonomi.

“Kemandirian daerah pada akhirnya bukan tujuan yang berdiri sendiri. Tujuan besarnya adalah memastikan rakyat di seluruh daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup aman, mendapatkan pelayanan berkualitas, bekerja, berusaha, dan menikmati hasil pembangunan,” pungkasnya.

Pilihan Judul

  1. HUT ke-81 RI, Fahira Idris: Kemandirian Daerah Kunci Indonesia Berdaulat dan Makmur

  2. Fahira Idris: Indonesia Kuat Dimulai dari Daerah yang Mandiri

  3. HUT ke-81 RI, Fahira Dorong Penguatan Kemandirian Daerah

  4. Fahira Idris Ungkap Enam Alasan Kemandirian Daerah Penting bagi Indonesia

  5. Fahira: Daerah Kuat, Rakyat Berdaya, Indonesia Makin Berdaulat