Kemendagri Ajak Masyarakat Pilah dan Kelola Sampah dari Lingkungan Sendiri

MUS • Saturday, 15 Aug 2026 - 13:24 WIB

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak masyarakat mulai mengelola sampah dari lingkungan sendiri melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda).

Kegiatan berlangsung di Jakarta, Jumat (14/8/2026), dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.

Mewakili Menteri Dalam Negeri, Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan pengelolaan sampah bukan tanggung jawab pemerintah semata. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat, dimulai dari pemilahan sampah di rumah masing-masing.

"Pengelolaan sampah adalah persoalan yang memang harus kita hadapi dan kita selesaikan bersama. Sampah adalah tanggung jawab kita semua," ujar Tomsi.

Ia menambahkan, Gerakan Indonesia ASRI merupakan bagian dari upaya meneruskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. Tomsi berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan berkembang menjadi budaya masyarakat.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Restuardy Daud mengatakan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat pelaksanaan Local Service Delivery Project (LSDP) di daerah. Program tersebut melibatkan 30 pemerintah daerah, terdiri atas 21 kabupaten dan 9 kota, untuk memperbaiki tata kelola persampahan.

"LSDP mendorong daerah beralih dari pola kumpul, angkut, buang menuju sistem pengelolaan yang lebih terpadu dengan mengedepankan pemilahan sejak dari sumbernya," ujar Restuardy.

Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Iwan Kurniawan, yang menjadi Ketua Pelaksana kegiatan, menjelaskan rangkaian acara meliputi gerakan bersih lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, talkshow, pameran inovasi teknologi persampahan, hingga lomba bertema persampahan. "Yang kita bangun bukan hanya kesadaran untuk menjaga kebersihan, tetapi juga ekosistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara berkelanjutan," katanya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 700-800 peserta dari kalangan pemerintah, daerah peserta LSDP, pelaku usaha, pelajar, hingga masyarakat umum. Melalui gerakan ini, Kemendagri berharap kesadaran menjaga kebersihan tumbuh menjadi kebiasaan yang dimulai dari diri sendiri hingga lingkungan sekitar.