SkyAvenue 2026 Sukses Digelar, Padukan Hiburan dan Kampanye Lingkungan

AKM • Sunday, 2 Aug 2026 - 20:29 WIB
SkyAvenue 2026 juga mencatat sejumlah capaian. Sebanyak 7.000 tiket dilaporkan habis terjual, sementara instalasi utama berbahan kain bekas yang ditampilkan dalam acara berhasil meraih penghargaan Rekor MURI.

JAKARTA – Festival musik tahunan SkyAvenue 2026 yang digagas siswa SMA Labschool Kebayoran berlangsung meriah di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/8). Ribuan penonton memadati arena pertunjukan untuk menyaksikan penampilan sejumlah musisi nasional sekaligus menikmati konsep festival yang mengangkat pesan pelestarian lingkungan.

Sejumlah penyanyi dan grup musik seperti RAN, Raisa, Kahitna, Dia x Naykilla, Dewa 19 featuring Arlissa, serta Marcello Tahitoe (Ello) tampil menghibur penonton. Penampilan para musisi tersebut disambut antusias dengan nyanyian bersama yang mewarnai jalannya acara hingga selesai.

Di balik kemeriahan festival, SkyAvenue 2026 juga mencatat sejumlah capaian. Sebanyak 7.000 tiket dilaporkan habis terjual, sementara instalasi utama berbahan kain bekas yang ditampilkan dalam acara berhasil meraih penghargaan Rekor MURI.

Ketua Panitia sekaligus Penanggung Jawab SkyAvenue 2026, Nadhif Safei Daulay, mengatakan persiapan festival dilakukan selama sekitar 10 bulan. Seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan dikerjakan oleh lebih dari 500 siswa SMA Labschool Kebayoran tanpa melibatkan event organizer (EO).

Mengusung tema **"Ascension of the Eterniverse"**, festival menghadirkan konsep empat *realm*, yakni hutan, laut, kota, dan es. Melalui konsep tersebut, panitia ingin mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan lingkungan, khususnya dampak pemanasan global.

"Tema yang diangkat Ascension of the Eterniverse yang menggabungkan *realm* hutan, laut, kota, dan es, di mana pada setiap *realm* kami ingin meng-highlight berbagai isu lingkungan yang terjadi di dunia nyata sebagai bentuk komitmen kami terhadap permasalahan pemanasan global," ujar Nadhif.

Pesan mengenai keberlanjutan diwujudkan melalui berbagai instalasi dan dekorasi yang dibuat oleh para siswa. Selain menjadi elemen visual festival, karya-karya tersebut juga dirancang sebagai media edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, panitia juga berkolaborasi dengan Setali Indonesia untuk memanfaatkan donasi kain bekas sebagai bahan pembuatan dekoras.

"Kolaborasi tersebut dilakukan guna meningkatkan *awareness* masyarakat yang datang ke SkyAvenue 2026 terhadap isu lingkungan, sekaligus menjadi pengingat bahwa kita bisa melakukan sesuatu, salah satunya mendaur ulang kain bekas dan menjadikannya monumen dekorasi yang indah," kata Nadhif.

Komitmen tersebut menghasilkan instalasi utama berupa replika pohon berukuran besar yang dibuat dari kain bekas. Karya itu kemudian memperoleh Rekor MURI dan menjadi simbol kampanye keberlanjutan yang diusung para siswa.

Menurut Nadhif, penyelenggaraan SkyAvenue 2026 dibangun di atas tiga nilai utama, yakni keberlanjutan, kemandirian, dan kesuksesan. Nilai keberlanjutan diwujudkan melalui pengangkatan isu lingkungan,

"Kemandirian tercermin dari penyelenggaraan acara yang sepenuhnya dikelola oleh siswa tanpa bantuan EO," pubgkasnya.

Adapun indikator keberhasilan festival, lanjutnya, terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat yang membuat seluruh tiket terjual habis serta terselenggaranya acara dengan lancar. Melalui penyelenggaraan SkyAvenue 2026, SMA Labschool Kebayoran berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga media untuk mendorong kreativitas generasi muda sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan.