
JAKARTA — Perkembangan komunitas gaming di Indonesia turut membuka peluang kolaborasi antara pemain, kreator konten, dan pelaku usaha. Salah satu brand yang tumbuh dari ekosistem tersebut adalah AP King, yang berawal dari kebutuhan seorang gamer dan kini melibatkan sejumlah kreator dalam aktivitasnya.
Owner AP King Andra ST mengatakan keterlibatan kreator yang memahami dunia gaming membantu membangun komunikasi yang lebih dekat dengan komunitas. Menurutnya, kesamaan pengalaman membuat interaksi dengan audiens berlangsung lebih natural.
“Kalau orangnya memang sudah terbiasa di dunia gaming, biasanya mereka sudah tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan komunitas. Jadi interaksinya lebih natural karena memang berasal dari lingkungan yang sama,” ujar Andra ST dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jum'at (14/8).
Salah satu kreator yang terlibat adalah Diki Barokah atau IKY. Sementara Sopian, yang sejak awal menjadi partner Andra dalam merintis AP King, kini turut berperan sebagai host live streaming.
Aktivitas tersebut tidak hanya membahas produk, tetapi juga berbagai pengalaman dan hal yang berkaitan dengan dunia gaming. Bagi AP King, pola interaksi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan dengan komunitas.
Berawal dari Kebutuhan Gamer
AP King mulai dirintis pada 2024 ketika Andra yang dikenal sebagai content creator gaming melihat kebutuhan terhadap sarung jempol gaming yang biasa digunakan saat bermain Free Fire.
Bersama Sopian, Andra kemudian mencari bahan dan perlengkapan produksi. Karena sejumlah kebutuhan belum mudah diperoleh di Indonesia, mereka mendatangkan mesin produksi dari China. Dari proses tersebut lahirlah AP King dengan identitas huruf A, P dan simbol mahkota.
Pada awal kemunculannya, produk tersebut sempat mencatat penjualan sekitar 100 unit per hari. Namun setelah momentum awal berlalu, penjualan turun menjadi sekitar 5–10 unit per hari.
Kondisi itu mendorong Andra mempelajari berbagai aspek bisnis, mulai dari marketplace, iklan, pembuatan konten hingga live streaming. Seiring berkembangnya aktivitas, ia juga mulai melihat pentingnya membangun tim dan berkolaborasi dengan orang lain.
“Saya rasa ketika sesuatu mulai berkembang, kita juga harus belajar untuk tidak mengerjakan semuanya sendiri. Ada banyak hal yang justru bisa menjadi lebih baik ketika dikerjakan bersama orang-orang yang memang memahami bidangnya,” tuturnya.
Kini, keterlibatan kreator dan komunitas menjadi salah satu bagian dari aktivitas AP King. Live streaming digunakan sebagai ruang interaksi, sementara para kreator membawa pengalaman mereka dari dunia gaming untuk berkomunikasi dengan audiens.
Perjalanan AP King menunjukkan bagaimana sebuah kebutuhan sederhana dari komunitas gaming dapat berkembang menjadi produk dan aktivitas bisnis yang melibatkan lebih banyak pihak. Bagi Andra, proses membangun hubungan dengan komunitas dan kreator menjadi bagian penting dari perjalanan brand yang masih terus berkembang.