Kisah 30 Alumni Citibank Dibukukan, Potret Sisi Humanis di Balik Raksasa Perbankan

MUS • Sunday, 9 Aug 2026 - 10:19 WIB

Jakarta — Kisah perjalanan karier dan rekam jejak puluhan mantan bankir Citibank lintas generasi resmi dibukukan dalam karya berjudul Bankir, Growing with Purpose. Peluncuran buku yang merangkum pengalaman 30 alumni perbankan tersebut digelar di Jakarta pada Sabtu (8/8/2026).

Ditulis oleh Adriani Sukmoro bersama 29 mantan profesional Citibank lainnya, buku ini memaparkan dinamika riil di industri keuangan. Mulai dari strategi menghadapi tantangan di lingkungan kerja, pembentukan karakter, hingga proses reorientasi tujuan hidup dan karier.

Selain mengulas pencapaian profesional, Bankir, Growing with Purpose menekankan pentingnya prinsip dasar seperti integritas, disiplin, ketangguhan, dan kepercayaan. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dan memegang peranan penting meski para penulis telah melangkah keluar dari ranah korporasi. Kumpulan rekam jejak ini ditujukan sebagai bahan refleksi bagi pembaca dalam memetakan potensi diri serta merancang arah perjalanan hidup.

Peluncuran karya ini mendapat apresiasi langsung dari CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi. Ia menyoroti bagaimana buku ini berhasil memberikan sudut pandang personal terkait sosok-sosok di balik keberhasilan sebuah institusi perbankan global.

“Saya sangat menghargai penulisan buku mengenai para bankir ini. Anda tahu, di balik Citi, ada para bankir Citi,” kata Batara dalam peluncuran buku Growing with Purpose” di Jakarta pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Batara menambahkan bahwa ritme operasional Citi sebagai bank global terus berjalan tanpa henti melintasi berbagai zona waktu dunia.

“Citi tidak pernah tidur, tetapi para bankirnya tidur dengan nyenyak. Citi tidak pernah tidur. Karena kami beroperasi di 90 negara, Citi tidak pernah tidur. Saat pasar Asia tutup, London buka, lalu New York buka, kemudian berlanjut ke pembukaan pasar Sydney, dan siklus itu terus berputar,” ujarnya.

Ia menilai penuangan pengalaman para alumni ini menjadi catatan penting bagi dunia perbankan, mengingat diskursus korporasi umumnya lebih mendominasi pembahasan mengenai aspek strategi dan kepemimpinan semata.