
JAKARTA — Universitas Tarumanagara (Untar) menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia dalam pemeringkatan Science and Technology Index (SINTA). Capaian tersebut mencerminkan kinerja institusi dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Berdasarkan hasil pemeringkatan terbaru SINTA, Untar memperoleh posisi tertinggi di antara PTS di Indonesia melalui akumulasi berbagai indikator penilaian yang mengukur produktivitas sivitas akademika. Penilaian mencakup publikasi ilmiah, jumlah sitasi terhadap karya ilmiah, penelitian, inovasi, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan institusi dalam memperkuat budaya riset sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
"Capaian ini menjadi bukti bahwa publikasi ilmiah, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat terus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya Untar dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas kontribusi akademik bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis.Jakarta, Jum'at (7/8).
Hasil Simulasi
Kepala Lembaga Pemeringkatan dan Reputasi Untar Dr. Bagus Mulyawan, S.Kom., M.M., menambahkan bahwa posisi Untar sebagai PTS terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan SINTA merupakan hasil akumulasi kinerja seluruh sivitas akademika yang tercermin melalui berbagai indikator penilaian.
“Ini hasil hasil akumulasi kinerja seluruh sivitas akademika yang tercermin melalui berbagai indikator penilaian,” imbuhnya.
Pemeringkatan SINTA sendiri menjadi salah satu tolok ukur nasional dalam menilai produktivitas dan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Hasil pemeringkatan dapat diakses melalui platform resmi Science and Technology Index
Selama beberapa tahun terakhir, Untar mendorong dosen dan penelitinya untuk meningkatkan produktivitas penelitian, memperluas publikasi pada jurnal ilmiah nasional maupun internasional, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Berbagai aktivitas tersebut menjadi komponen utama dalam sistem