Sinergi Perguruan Tinggi dan Rumah Tahfiz: Hadirkan Program Pemberdayaan Masyarakat TOGAPONIK

MUS • Friday, 17 Jul 2026 - 13:14 WIB

Bukittinggi – Upaya meningkatkan kualitas keluarga sekaligus mendorong kemandirian masyarakat terus dilakukan melalui berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat.

Salah satunya diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Tahun 2026 bertajuk TOGAPONIK (Tanaman Obat Keluarga dan Sayuran Hidroponik), yang mengintegrasikan edukasi Parenting Islami dengan budidaya tanaman obat dan sayuran hidroponik.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026 di Rumah Tahfiz Baitul Qur'an Bukittinggi ini berhasil menghimpun antusiasme peserta yang merupakan santri serta wali santri rumah tahfiz dalam mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai pukul 09.30 hingga 15.30 WIB.

Program TOGAPONIK merupakan bentuk pengabdian yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga pada penguatan karakter dan pola pengasuhan berbasis nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat, mandiri, serta peduli lingkungan.

Ketua pelaksana program, Neri Fadjria, S.Si., M.Si, menjelaskan TOGAPONIK dirancang sebagai solusi yang mudah diterapkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan rumah.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi yang aplikatif kepada masyarakat, khususnya dalam membudidayakan tanaman obat keluarga dan sayuran hidroponik secara sederhana. Selain itu, kami juga mengintegrasikan nilai-nilai Parenting Islami agar ketahanan keluarga tidak hanya terbangun dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga dari sisi spiritual dan pendidikan karakter," ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan penyerahan aset program kepada Rumah Tahfidz Baitul Qur'an Bukittinggi sebagai dukungan keberlanjutan program.

Sesi Parenting Islami disampaikan oleh Ustadz Zul Efendi, yang mengulas pentingnya pola asuh berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an dan sunnah dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan peduli lingkungan.

Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi sekaligus praktik TOGAPONIK yang dipandu apt. Amelya Afryandes, M.Farm, mencakup pengenalan jenis tanaman obat keluarga (TOGA), teknik budidaya sayuran hidroponik, hingga praktik langsung merangkai sistem hidroponik sederhana seperti metode wick dan DFT .

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Program ini diharapkan memberi dampak jangka panjang berupa peningkatan pengetahuan budidaya tanaman obat dan sayuran hidroponik, penguatan peran orang tua dalam Parenting Islami, serta terciptanya pola hidup sehat dan kemandirian keluarga.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan pendanaan dari Kemdiktisaintek melalui Ditjen Risbang tahun 2026. Melalui sinergi Perguruan Tinggi, Dosen, Mahasiswa, Masyarakat, dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Non-Formal, TOGAPONIK diharapkan menjadi inovasi pemberdayaan berkelanjutan yang menginspirasi masyarakat luas.