BAZNAS RI Bersama Wamen PKP Perkuat Kolaborasi Program untuk Kesejahteraan Umat*

ANP • Friday, 3 Jul 2026 - 16:32 WIB

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Indonesia, H. Fahri Hamzah, S.E., memperkuat kolaborasi program untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui penguatan regulasi, kelembagaan, dan pelaksanaan program. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dengan Wamen PKP di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Keuangan dan SDM Dr. H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., serta Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pembahasan bersama Wamen PKP mencakup aspek regulasi, kelembagaan, hingga program-program teknis.

“Tadi beliau telah mengatakan ada tiga hal yang harus kita bina dan kembangkan, dari mulai soal prinsip regulasi, mulai soal kelembagaan, dan juga soal program-program teknis,” ujar Sodik.

Menurut Sodik, perumahan menjadi salah satu dari 13 program unggulan BAZNAS. Selain itu, BAZNAS juga membahas penguatan regulasi dan penataan kelembagaan agar koordinasi antara BAZNAS pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota dapat lebih terintegrasi.

Sodik mengapresiasi diskusi bersama Wamen PKP yang dinilainya memberikan pencerahan dalam pengembangan BAZNAS, baik dari sisi prinsip, kelembagaan, maupun teknis.

Sodik menambahkan, pada pertemuan ini juga membahas terkait kerja sama BAZNAS dan Kementerian PKP dalam mendukung program perumahan bagi rakyat miskin. “Salah satu program unggulan BAZNAS tahun 2026-2031 adalah penyediaan rumah layak huni bagi mustahik,” ucapnya. 

“Tadi juga kami mendapatkan diskusi yang luar biasa, pencerahan untuk hal-hal yang tadi, dari mulai yang prinsip, kelembagaan, sampai hal yang teknis. Saya ucapkan terima kasih,” ujar Sodik.

Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, H. Fahri Hamzah, S.E., mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari silaturahim sekaligus penguatan kerja sama antara BAZNAS dan sektor perumahan.

“Saya silaturahim hari ini dengan Pak Sodik. Ini sahabat lama di DPR dulu. Beliau sekarang dapat amanah di BAZNAS,” ujar Fahri.

Menurut Fahri, BAZNAS dan sektor perumahan telah lama menjalin kolaborasi. Ke depan, kerja sama tersebut akan diperkuat melalui tiga level, mulai dari konsep, penguatan kelembagaan, hingga kerja sama teknis.

“Yang pertama, adalah kolaborasi memikirkan konsepnya. Supaya BAZNAS bisa lebih punya sayap agar bisa terbang tinggi mengurusin masalah keumatan, tidak saja masalah perumahan tapi juga masalah lain,” katanya.

Fahri juga mengusulkan adanya dana riset untuk pengembangan kelembagaan BAZNAS agar semakin mengakar di masyarakat.

“Yang kedua, nanti kita penguatan kelembagaannya. Tadi saya mengusulkan agar ada dana untuk riset pengembangan kelembagaan supaya BAZNAS bisa lebih mengakar,” ujarnya.

Ia menilai potensi pengelolaan zakat di Indonesia sangat besar karena Indonesia memiliki masyarakat muslim yang besar dan solid. Fahri pun mendorong agar dampak kerakyatan dan keumatan dari kegiatan ekonomi dapat semakin luas.

“Ini waktu kita untuk bergerak lebih agresif supaya dampak kerakyatan dan keumatan dari kegiatan ekonomi itu besar, dan ekonomi tidak berkumpul hanya pada segelintir orang,” ujar Fahri.

Terkait sektor perumahan, Fahri menyebut kerja sama teknis akan terus dilanjutkan. Menurutnya, BAZNAS di berbagai daerah telah banyak melakukan renovasi dan penyiapan perumahan.

“Nanti pada berikutnya kita akan lanjutkan kerja sama teknisnya ya. Khususnya bagi kami tentunya di wilayah perumahan yang selama ini sudah sering dilakukan,” katanya.