
Bulukumba – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengelola UMKM dan kedai wisata di Desa Kahayya, Kabupaten Bulukumba, dalam mengembangkan Community-Based English Corner sebagai strategi transformasi layanan wisata yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diketuai oleh Rostina, S.Pd., M.Pd. dan didukung oleh tim dosen lintas bidang yang memberikan pelatihan praktis mengenai English for Tourism, produksi konten digital, serta pengembangan media informasi bilingual untuk mendukung pelayanan wisata di Desa Kahayya. Program ini didanai melalui skema PNBP Universitas Negeri Makassar.
Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi bahasa Inggris bagi pengelola UMKM, khususnya dalam melayani wisatawan mancanegara. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan membuat konten promosi digital menggunakan perangkat sederhana berbasis smartphone serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi desa wisata.
Ketua Tim Pengabdian, Rostina menjelaskan bahwa pembentukan Community-Based English Corner menjadi langkah strategis untuk menciptakan ruang belajar yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program ini tidak hanya memberikan pelatihan sesaat, tetapi juga mendorong lahirnya komunitas belajar yang dapat terus berkembang secara mandiri. Melalui English Corner, pengelola UMKM memiliki wadah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris sekaligus mendukung penguatan sektor pariwisata Desa Kahayya,” ujarnya.
BACA JUGA: UNM Bangkitkan Potensi Desa Wisata Kahayya Lewat Pemasaran Digital
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga memperkenalkan penggunaan media informasi bilingual, seperti menu, papan informasi, poster, dan petunjuk wisata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Inovasi ini diharapkan dapat memudahkan wisatawan memperoleh informasi sekaligus memperkuat citra Kahayya sebagai desa wisata yang ramah bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.
Kepala Desa Kahayya, Abdul Rahman, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kebutuhan penting dalam mendukung pengembangan desa wisata.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim UNM yang telah memberikan pendampingan kepada masyarakat. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan Desa Kahayya karena membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas peluang promosi wisata desa,” katanya.
Selain pelatihan, program ini juga mencakup pendampingan penggunaan media informasi bilingual, produksi konten promosi digital, serta penguatan komunitas belajar yang akan difasilitasi melalui grup komunikasi dan kegiatan rutin English Corner di tingkat masyarakat.
Melalui program ini, UNM berharap pengelola UMKM di Desa Kahayya mampu memberikan layanan yang lebih profesional, adaptif, dan siap menyambut wisatawan dari berbagai negara sehingga mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata secara berkelanjutan.