UNM Bangkitkan Potensi Desa Wisata Kahayya Lewat Pemasaran Digital

MUS • Sunday, 21 Jun 2026 - 13:43 WIB

Bulukumba — Tim Pengabdian Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Desa Wisata Kahayya melalui Implementasi Sistem Digital Signage untuk Meningkatkan Pemasaran Digital dan Customer Experience” di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. 

Kegiatan yang didanai melalui PNBP Universitas Negeri Makassar ini diketuai oleh Indri Iswardhani, S.E., M.M. Program tersebut menyasar pelaku UMKM khususnya pengelola kedai di kawasan Desa Wisata Kahayya agar mampu mengembangkan pemasaran digital secara mandiri.

Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi mengenai pembangunan ekosistem digital desa wisata, penguatan identitas visual usaha, pembuatan konten promosi, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Peserta juga dilatih menggunakan smartphone, Canva, dan CapCut untuk membuat foto produk, video pendek, poster digital, serta narasi promosi berbasis cerita lokal.

Ketua Tim Pengabdian UNM, Indri Iswardhani, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan pelaku UMKM dalam menceritakan nilai lokal Kahayya kepada wisatawan.

“Desa Kahayya memiliki kekuatan alam, kopi, dan cerita lokal yang sangat menarik. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu pelaku UMKM agar tidak hanya menjual produk, tetapi juga mampu membangun cerita, pengalaman, dan daya tarik digital yang kuat,” ujar Indri.

Materi pelatihan juga menekankan pentingnya pemanfaatan platform digital sesuai perannya. TikTok diarahkan sebagai ruang untuk menjangkau audiens baru melalui video singkat dan storytelling spontan, sedangkan Instagram digunakan sebagai katalog visual usaha yang menampilkan foto produk, suasana kedai, dan identitas merek secara lebih rapi.

Selain pelatihan media sosial, program ini memperkenalkan sistem digital signage sebagai media informasi visual di kedai. Melalui layar digital, pengelola dapat menampilkan menu, promosi, foto produk, video profil, hingga QR Code yang terhubung dengan menu online, media sosial, dan formulir ulasan pengunjung.

Kepala Desa Kahayya, Abdul Rahman, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat dalam memperkuat posisi Kahayya sebagai desa wisata.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena pelaku UMKM memang membutuhkan keterampilan digital agar produk lokal dan potensi wisata Kahayya dapat dikenal lebih luas,” kata Abdul Rahman.

Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu memproduksi konten secara rutin, mengelola akun digital secara konsisten, serta menciptakan pengalaman wisata yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter lokal Desa Kahayya. Tim Pengabdian UNM juga berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan digital yang dapat direplikasi oleh pengelola kedai lainnya.