
JAKARTA - Program Studi Analisis Keuangan Program Sarjana Terapan Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI) menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema ‘Receh Jadi Berkat dan Bijak Mengelola Keuangan Masa Remaja’.
Kegiatan ini menyasar remaja Gereja HKBP Rawamangun dan dilaksanakan pada Mei 2026 dalam rangkaian acara Fellowship Remaja. PkM ini fokus pada edukasi perencanaan literasi keuangan dan pengendalian perilaku konsumtif, khususnya belanja online serta risiko fintech ilegal.
Empat dosen tetap Prodi Analisis Keuangan FV UKI terlibat, yaitu Fery Tobing, S.E., M.M., Riwandari Juniasti, S.Pd., M.M., dan Feliks S. Wau, A.Md.Bns., S.M., M.M. sebagai narasumber, serta Selvia De Wana, S.I.Kom., M.Si. sebagai moderator. Roma Ulina Sinaga sebagai mahasiswa prodi turut mendukung kelancaran acara.
Perkembangan teknologi digital dan maraknya platform belanja online serta layanan financial technology(Fintech) telah mengubah pola konsumsi remaja secara signifikan.
Kemudahan akses melalui marketplace dan media sosial mendorong perilaku konsumtif yang berpotensi menimbulkan masalah keuangan, terutama dengan menjamurnya fintech ilegal yang menawarkan pinjaman instan tanpa perlindungan hukum.
Selvia De Wana, S.I.Kom., M.Si. selaku moderator memastikan diskusi berlangsung interaktif dan terstruktur. Dosen Prodi Analisis Keuangan UKI tersebut aktif membangun partisipasi peserta melalui pertanyaan pemantik serta menyederhanakan istilah teknis narasumber agar relevan dengan pemahaman remaja. Ia juga mengelola sesi tanya jawab dan merangkum materi di setiap akhir pemaparan untuk memperkuat pemahaman peserta.
Ketua tim PkM, Fery Tobing, S.E., M.M., menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi perencanaan literasi keuangan dan pengendalian perilaku konsumtif di era digital.
“Dengan pendekatan edukatif berbasis nilai-nilai kristiani, diharapkan remaja mampu membangun perilaku keuangan yang sehat, bijaksana, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari pembentukan karakter Kristen di era digital,” ujarnya.

Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital
Feliks S. Wau, A.Md.Bns., S.M., M.M. memberikan tips bijak finansial untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
“Kurangi belanja konsumtif. Prioritaskan alokasi untuk masa depan dengan menabung. Biasakan mencatat pengeluaran, jangan mudah tergoda promo, dan belanja sesuai kebutuhan,” kata Feliks.
Ia juga memandu simulasi perencanaan anggaran sederhana. “Bijak mengelola keuangan hari ini merupakan investasi terbaik untuk masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Riwandari Juniasti, S.Pd., M.M. mengedukasi panduan bertahan di era ekonomi digital.
“Kalau sudah mulai menabung, simpan uang di tempat yang aman dan terpercaya. Hindari tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan cepat tanpa risiko. Pilih lembaga keuangan resmi yang diawasi OJK dan dijamin LPS,” tutur Riwandari.
Riwandari juga mengingatkan bahaya pinjaman online ilegal. “Pinjol ilegal sering memalsukan nama dan logo agar mirip aplikasi resmi OJK. Jika terlanjur terjebak, segera lunasi pokok pinjaman, hapus akun dan cabut izin akses data, uninstall aplikasi, dan jika diancam, lapor ke Sistem Informasi Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal OJK,” jelasnya.
Terkait paylater, Riwandari menekankan pentingnya kendali diri. “Tanyakan, apakah barang yang dibeli murni kebutuhan atau sekadar gengsi. Pastikan ada tabungan untuk melunasi tepat waktu dan aplikasi yang digunakan memiliki logo resmi OJK. Cek legalitas melalui contact center OJK 157 atau WhatsApp 081157157157 jika ragu,” tutupnya