
KENDAL - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Kendal dan Pemerintah Desa Kalirejo resmi menghadirkan program Balai Ternak Kendal di Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026).
Program yang menyasar 30 peternak mustahik Kelompok Ternak Rejoagung dengan dana program senilai total Rp836.079.000 ini menjadi percontohan kolaborasi pentahelix antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat dalam upaya memicu stimulus pertumbuhan ekonomi daerah.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA, mengatakan program zakat produktif ini dirancang untuk memutus ketergantungan bantuan dengan mengubah mustahik menjadi mandiri hingga mampu membantu sesama.
“Ini adalah program zakat produktif. Harapannya adalah para penerima manfaat atau penerima dana zakat, infak, sedekah ini kemudian pelan-pelan bisa berubah ekonominya, punya bisnis milik mereka sendiri yang pada titik tertentu bisa mandiri, dan diharapkan malah bisa menolong orang lain,” jelas Mahdum.
Ia juga menjelaskan balai ternak di Kabupaten Kendal ini resmi menjadi titik ke-60 dari total 70 program Balai Ternak yang dikembangkan oleh BAZNAS RI di berbagai wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, Mahdum menyebut balai ternak ini menerapkan konsep integrated farming system, proyek ini memadukan budidaya domba silangan unggul, produksi pupuk kompos hulu-hilir, serta usaha penggemukan untuk kurban dan penjualan harian.
Mahdum kemudian mengimbau warga Kabupaten Kendal untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui lembaga resmi agar dana tersebut dapat dikelola menjadi berbagai program usaha produktif yang berdampak nyata.
"Tolong masyarakat Kendal kalau berzakat, berinfak, bersedekah, usahakan untuk ke BAZNAS, karena kalau dengan di BAZNAS tuh kita bisa bikin usaha-usaha yang produktif seperti ZCoffee, Z-Auto, ZChicken, dan ZMart," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kendal Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M. mengapresiasi program Balai Ternak BAZNAS di Desa Kalirejo yang dinilai sebagai wujud kolaborasi pentahelix lintas sektor untuk memberikan kemanfaatan luas bagi masyarakat.
Guna memastikan keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten Kendal berkomitmen melakukan pendampingan dan monitoring berkala, serta mendorong peternak mengolah limbah kotoran menjadi pupuk organik kemasan guna menyuplai kawasan sentral pertanian di sekitar lokasi.
"Dan termasuk yang Balai Ternak yang ada di Kalirejo ini, harapan kami nanti juga bukan hanya beternak kambingnya saja, tetapi nanti terkait untuk usaha pengembangan yang lainnya, termasuk pemanfaatan kohenya," tutur Dyah.
Di sisi lain, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah, Dr. K.H. Ahmad Darodji, M.Si., mengapresiasi lonjakan signifikan capaian pengumpulan dana BAZNAS Kabupaten Kendal yang kini diproyeksikan mampu menembus angka Rp14 miliar pada tahun ini.
Ia pun menegaskan bahwa seluruh dana umat yang terhimpun melalui BAZNAS Kendal dipastikan akan dialokasikan sepenuhnya untuk mendongkrak kesejahteraan warga lokal tanpa dialirkan sedikit pun ke pemerintah provinsi maupun pusat.
“Jawa Tengah dulu kira-kira 8 tahun yang lalu kemiskinan Jawa Tengah ini yaitu masih mencapai hampir 11 sampai 12 persen. Tapi dalam waktu 8 tahun ini sudah turun dan insyaallah karena kita semua kejar BAZNAS tiap kota agar tasarufnya (distribusi) adalah tasaruf yang produktif. Jadi tasaruf itulah yang akan mengatasi masyarakat dari kemiskinannya,” katanya.
Acara peluncuran Balai Ternak BAZNAS tersebut turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Kendal Dr. H. Syamsul Huda, M.Pd.I., jajaran Forkopimda Kabupaten Kendal, Kepala Desa Kalirejo, serta seluruh anggota Kelompok Ternak Rejoagung.