
Jakarta – UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) menyelenggarakan IGCN Annual Members Gathering 2026 di Ballroom Yustinus, Gedung Yustinus, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta Selatan. Mengusung tema “Driving Innovation from Within: Enabling Scalable Impact”, kegiatan ini mempertemukan anggota IGCN, pemimpin perusahaan, praktisi keberlanjutan, inovator muda, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia.
Di tengah meningkatnya urgensi untuk mempercepat pencapaian SDGs, sektor swasta memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui implementasi Sepuluh Prinsip UN Global Compact yang mencakup Hak Asasi Manusia, Ketenagakerjaan, Lingkungan Hidup, dan Anti-Korupsi, perusahaan didorong untuk menyelaraskan strategi dan operasional bisnis dengan nilai-nilai universal yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sebagai jaringan lokal resmi UN Global Compact di Indonesia, IGCN terus memperkuat perannya dalam mendukung perusahaan anggota untuk tidak hanya mengimplementasikan prinsip keberlanjutan, tetapi juga mendorong inovasi yang mampu mengubah komitmen menjadi solusi nyata dan berdampak luas.
Presiden IGCN, Y.W. Junardy, menegaskan bahwa keberhasilan sustainability tidak hanya ditentukan oleh strategi atau target yang ditetapkan perusahaan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi untuk memberdayakan talenta, mendorong budaya inovasi, dan menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas.
"Keberhasilan sustainability tidak hanya ditentukan oleh strategi atau target yang ditetapkan perusahaan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi untuk memberdayakan talenta, mendorong budaya inovasi, dan menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas. Melalui Annual Members Gathering 2026, kami ingin menunjukkan bahwa dampak yang lebih besar dapat dimulai dari dalam perusahaan itu sendiri," ujar Junardy.
Dalam kesempatan ini, IGCN juga menyampaikan arah strategis organisasi untuk tahun 2026 yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu member-centric value creation, platform-based collective action, institutional credibility and governance, serta digital tools innovation. Keempat pilar tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas anggota dalam menghadapi tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi bisnis dan masyarakat.
Pandangan tersebut diperkuat oleh para pembicara utama yang hadir dalam IGCN Annual Members Gathering 2026. Y. W. Junardy, Presiden IGCN, menyampaikan:
"Melalui kegiatan IGCN Annual Members Gathering 2026, kita bisa mendorong transformasi dari prinsip menuju praktik nyata dan berdasarkan survei, tingkat kepuasan anggota terhadap UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) mencapai 81,5%, yang menunjukkan kepercayaan dan dukungan kuat terhadap berbagai inisiatif yang telah dijalankan serta memperluas implementasi keberlanjutan dari tingkat individu ke tingkat yang lebih luas melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu terkait isu iklim (climate), pertumbuhan ekonomi (economic growth), konsumsi berkelanjutan (sustainable consumption), pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan inovasi, IGCN berfokus pada upaya untuk memenuhi prioritas-prioritas tersebut serta mendorong implementasi berbagai alat, program, dan kolaborasi yang relevan.
Dalam pelaksanaannya, IGCN mengembangkan berbagai inisiatif yang saling terorkestrasi, termasuk proyek kelautan dan budidaya rumput laut (seaweed project) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi biru (blue economy). Selain itu, IGCN juga menjalankan program yang berfokus pada rantai pasok berkelanjutan (sustainable supply chain) dan pengembangan sumber daya manusia melalui KUPUKU dan IGCN Academy.
Sebagai institusi yang berperan dalam peningkatan kapasitas (capacity building), IGCN menempatkan penguatan kapasitas sebagai inisiatif utama untuk mendukung sektor swasta dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) secara lebih efektif dan berkelanjutan."
Sementara itu, Gita Sabharwal, UN Resident Coordinator di Indonesia, menegaskan: "Dalam kegiatan ini kita menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan dapat menjadi faktor yang meningkatkan daya saing investasi. Keberlanjutan tidak lagi sekadar aspek kepatuhan, melainkan elemen strategis yang mempengaruhi keputusan investasi, penciptaan nilai jangka panjang, serta tata kelola perusahaan. Masa depan yang berkelanjutan sangat ditentukan oleh pilihan dan keputusan yang diambil saat ini oleh para pemimpin, pelaku bisnis, investor, dan pembuat kebijakan.
PBB bekerja sama erat dengan IGCN untuk mendorong keterlibatan sektor swasta domestik di berbagai wilayah dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik bisnis dan rantai pasok. Seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan, aspek ini kini menjadi pertimbangan penting dalam penilaian investor dan lembaga pemeringkat internasional. Oleh karena itu, penerapan keberlanjutan yang kuat tidak hanya dapat meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan (corporate governance) di tingkat nasional maupun global."
Dari sektor akademik, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), Rector, UNIKA Atma Jaya sekaligus IGCN Board of Advisor, menyampaikan:
"Kami merasa terhormat menyelenggarakan acara ini dengan tema 'Driving Innovation from Within: Enabling Scalable Impact' yang sejalan dengan komitmen Atma Jaya dalam mendorong inovasi dan dampak bagi masyarakat. Kami meyakini bahwa tantangan keberlanjutan hanya dapat diatasi melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, masyarakat sipil, dan mitra internasional. Melalui kerja sama tersebut, gagasan dapat diubah menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan generasi mendatang."
Pada kesempatan yang sama, Secretary General & Acting Executive Director IGCN, Andi P. Rahim, menyampaikan:
"Pencapaian IGCN sepanjang tahun 2025 ini berjalan tidak dengan sendirinya, tapi karena dukungan para anggota yang memberikan kepercayaannya terhadap kami. Kami akan memperkuat agenda keberlanjutan melalui kolaborasi dan implementasi program di berbagai sektor."
Sementara itu, Agustinus Prasetyantoko, S.E., M.Sc., Ph.D., IGCN Board of Supervisor, menambahkan:
"Saya sangat mengapresiasi antusiasme para anggota dalam acara IGCN Annual Members Gathering 2026 dan berharap agar kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat di masa mendatang."
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026 Cohort, sebuah program global UN Global Compact yang bertujuan membekali profesional muda dengan keterampilan dan pendekatan inovatif untuk mengembangkan solusi terhadap tantangan keberlanjutan di perusahaan.
Terdapat 18 perusahaan yang melakukan showcase dan booth inovasi, yaitu PT APP Purinusa Ekapersada, PT Bakrie Renewable Chemicals, PT Bank Jago Tbk, PT Bisa Ruang Nuswantara, PT Energy Management Indonesia, PT Freeport Indonesia, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Pertamina International Shipping, PT Pertamina Patra Niaga, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Rajawali Corpora, PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT TBS Energi Utama Tbk, PT Tripatra Engineers & Constructors, dan PT Vale Indonesia Tbk. Melalui area showcase dan booth inovasi, para peserta berkesempatan melihat berbagai gagasan dan solusi yang dikembangkan oleh peserta SDGI dalam menjawab tantangan nyata terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Kehadiran para inovator muda tersebut mencerminkan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia sebagai penggerak transformasi berkelanjutan di masa depan.

Selain menjadi ajang refleksi atas capaian bersama anggota IGCN sepanjang tahun, Annual Members Gathering 2026 juga menjadi platform kolaborasi bagi para anggota dan mitra strategis untuk memperkuat inovasi internal, memperluas dampak keberlanjutan, serta mempercepat kontribusi sektor swasta terhadap pencapaian SDGs di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, IGCN berharap dapat terus memperkuat komunitas bisnis yang bertanggung jawab, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, dan mendorong terciptanya solusi inovatif yang mampu menghasilkan dampak positif yang terukur dan berkelanjutan bagi Indonesia.