Revitalisasi Sekolah di Papua Barat Daya, Mendikdasmen: Pendidikan Bermutu Harus Menjangkau Pelosok Negeri

AKM • Friday, 29 May 2026 - 10:59 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti (Istimewa)

Sorong, Papua Barat Daya -  Pemerintah terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah timur Indonesia melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan hasil revitalisasi sekolah tahun 2025 sekaligus menyerahkan bantuan revitalisasi tahun 2026 bagi sejumlah sekolah di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Peresmian dilakukan di SMK Negeri 1 Kota Sorong, Selasa (26/5), sebagai bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

“Kami berkomitmen revitalisasi ini terus kami laksanakan sampai seluruh pelosok tanah air,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis.

Pada tahun 2025, program revitalisasi di Kota Sorong menjangkau 12 sekolah dengan total bantuan sebesar Rp4,9 miliar. Sementara di Kabupaten Sorong, bantuan revitalisasi diberikan kepada 15 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp22 miliar.

Adapun untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan bantuan revitalisasi bagi 5 sekolah di Kota Sorong dengan total anggaran Rp3,6 miliar. Sedangkan Kabupaten Sorong memperoleh bantuan untuk 34 sekolah dengan nilai anggaran sebesar Rp16,5 miliar.

Mendikdasmen menjelaskan, revitalisasi tahun 2026 diprioritaskan bagi sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan fisik berat. Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi dapat menjangkau hingga 71.744 satuan pendidikan pada tahun ini.

Selain meningkatkan kualitas sarana pendidikan, program revitalisasi juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui skema swakelola, proyek revitalisasi melibatkan tenaga kerja lokal dan mitra setempat sehingga turut menggerakkan perekonomian daerah.

“Dengan revitalisasi ini tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga kita berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal, dan tentu kita dapat bersama-sama memajukan pendidikan di tanah air kita,” kata Abdul Mu’ti.

Manfaat program revitalisasi dirasakan langsung oleh sekolah penerima bantuan. Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, A.H.P. Ompusunggu, mengungkapkan bahwa sebelum menerima bantuan, sekolah menghadapi keterbatasan fasilitas toilet dan perpustakaan.

Dengan jumlah siswa mencapai sekitar 1.600 orang dan area sekolah yang cukup luas, kondisi tersebut dinilai cukup menghambat kenyamanan belajar. Kini, pembangunan toilet tambahan dan perpustakaan baru dinilai sangat membantu aktivitas siswa.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies. Ia mengatakan sebelum revitalisasi, kondisi ruang administrasi sekolah sudah tidak layak digunakan karena atap bocor, lantai rusak, dan fasilitas laboratorium membutuhkan perbaikan.

Sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp1,2 miliar yang digunakan untuk rehabilitasi ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium kimia, laboratorium biologi, serta pembangunan satu ruang kelas baru.

“Guru dan murid sangat berterima kasih, senang sekali karena semuanya kini terlihat bagus. Besar harapan kami dengan adanya bantuan dari Bapak Presiden melalui Kemendikdasmen, pendidikan di Tanah Papua bisa berkembang dan lebih maju,” ungkap Ficce.

Tambahan ruang kelas baru juga memungkinkan sekolah menambah kapasitas penerimaan siswa pada tahun ajaran mendatang.

“Kami biasanya menerima murid sebanyak empat rombel. Di tahun ajaran 2026/2027, dengan adanya ruang kelas baru, maka kami bisa menambahkan satu rombel lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 21 Kabupaten Sorong, Alfina Lewerissa, menyampaikan apresiasinya setelah sekolahnya ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi tahun 2026 sebesar Rp1,2 miliar.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, dan ruang UKS. Menurut Alfina, kondisi ruang kelas sebelumnya sudah kurang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar karena lantai pecah dan plafon rusak.

“Saya berterima kasih atas kesempatan ini karena sekolah kami mendapat bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen. Kiranya ruangan-ruangan yang akan dibangun ini menjadi motivasi bagi murid maupun guru,” tuturnya.

Pemerintah berharap kehadiran ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan yang lebih memadai, serta fasilitas sanitasi yang layak dapat menciptakan suasana belajar yang lebih baik bagi siswa di Papua.

Melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan hingga wilayah timur Indonesia, pemerintah berupaya memastikan anak-anak Papua memperoleh kesempatan belajar yang setara dan tidak tertinggal dalam mengakses pendidikan bermutu.