APTISI dan SURGE Kolaborasi, Bangun Ekosistem Kampus Digital untuk 4.095 PTS di Indonesia

AKM • Tuesday, 26 May 2026 - 13:50 WIB
Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Menjalin Kerja Sana Strategis Dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk, (Wakil Ketua APTISI, Paristiyanti Nurwardani-Kanan (Istimewa)

Jakarta - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menjalin kerja sama strategis dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau SURGE (IDX: WIFI) untuk memperkuat transformasi digital perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2026).

Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses konektivitas internet, memperkuat layanan kampus digital, serta mengembangkan platform pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi ribuan perguruan tinggi swasta di berbagai wilayah Indonesia.

APTISI menyebut program tersebut akan menjangkau sekitar 4.095 perguruan tinggi swasta yang berada dalam ekosistem organisasinya.

Acara penandatanganan turut dihadiri Menteri Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang menyatakan transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi nasional.

“Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas akses, serta memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Brian Yuliarto.

Dalam kesempatan yang sama, kementerian juga meluncurkan program Fasilitasi Sekolah Kepemimpinan untuk PTS yang ditujukan untuk memperkuat tata kelola, kualitas kepemimpinan, serta daya saing perguruan tinggi swasta.

Penguatan Infrastruktur

Ketua Umum APTISI Pusat, Muhammad Budi Djatmiko, mengatakan penguatan infrastruktur digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi kampus swasta, terutama dalam mendukung peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional.

Menurut dia, perguruan tinggi swasta memiliki peran besar dalam membuka akses pendidikan tinggi karena tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Jika Indonesia ingin meningkatkan APK pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta,” ujarnya.

Sementata itu Wakil Ketua APTISI, Paristiyanti Nurwardani mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk menyatukan ekosistem data dan layanan akademik PTS di seluruh Indonesia.

“Selama ini kami tidak bisa reach dosen dan mahasiswa di seluruh Indonesia karena keterbatasan komunikasi. Dengan PT Surge memberikan internet gratis di seluruh Perguruan Tinggi Swasta, maka sekarang kita menjadi one single database,” ujar Paris.

Menurutnya, integrasi tersebut akan mendukung berbagai layanan pendidikan tinggi, mulai dari pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penjaminan mutu, hingga pelatihan kepemimpinan kampus.

APTISI juga tengah menyiapkan program sekolah kepemimpinan bagi pimpinan PTS yang akan dilaksanakan secara berjenjang, mulai tingkat kabupaten/kota hingga nasional.

“Kami akan berkolaborasi dengan program sekolah kepemimpinan dari kementerian. Nantinya ada trainer di tingkat pusat, provinsi sampai daerah untuk membantu peningkatan mutu perguruan tinggi swasta,” katanya.

Paris menyebut kerja sama ini sejalan dengan program transformasi pendidikan tinggi yang didorong pemerintah.

Selain konektivitas internet, kolaborasi tersebut juga memungkinkan kampus saling berbagi modul pembelajaran dan sumber daya dosen melalui platform digital terintegrasi.

APTISI menilai target peningkatan APK pendidikan tinggi hingga 40 persen pada 2029 akan lebih realistis dicapai apabila digitalisasi kampus dan pembelajaran jarak jauh dapat diterapkan secara luas, termasuk di daerah.

Kerja sama ini juga diperkuat dengan potensi sinergi bersama PT Pos Indonesia dan jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk membantu sosialisasi serta implementasi program hingga ke wilayah terpencil.

Dalam acara tersebut, Hashim S. Djojohadikusumo hadir sebagai keynote speaker dan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Transformasi Digital Pendidikan Tinggi: Pilar Utama Peningkatan Mutu, Pemerataan Akses, dan APK Menuju 40%”.

Ia menekankan pentingnya pemerataan akses internet berkecepatan tinggi untuk menciptakan keadilan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa di daerah yang masih menghadapi keterbatasan konektivitas.

Melalui kolaborasi tersebut, APTISI dan SURGE menargetkan terciptanya ekosistem kampus digital yang lebih modern, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Program implementasi yang disiapkan mencakup penyediaan akses internet bertahap bagi PTS, pengembangan platform pembelajaran digital berbasis AI, hingga penguatan layanan akademik melalui Learning Management System (LMS).

Layanan konektivitas akan memanfaatkan infrastruktur digital milik SURGE, termasuk teknologi fixed broadband melalui layanan IRA berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) serta layanan Starlite berbasis Fiber-To-The-Home (FTTH).

Dukung Pemerataan

Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan pendidikan berbasis teknologi.

“Melalui kolaborasi strategis bersama APTISI, SURGE berkomitmen membuka akses konektivitas digital yang lebih luas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mempercepat pemerataan pendidikan berbasis teknologi di seluruh Indonesia,” kata Yune.

APTISI menilai program ini tidak hanya membantu kampus menyediakan akses internet, tetapi juga mendorong perubahan dalam pengelolaan pembelajaran, riset, administrasi akademik, hingga penguatan mutu berbasis data.

Dalam jangka panjang, perguruan tinggi swasta diharapkan mampu memperluas pembelajaran melalui sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), blended learning, hybrid learning, microcredential, serta pembelajaran sepanjang hayat.

Kerja sama APTISI dan SURGE juga disebut menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan sumber daya manusia dan transformasi digital menuju visi Indonesia Emas 2045.