BULOG Perkuat Stabilitas Harga Beras melalui Penyaluran SPHP dan Stok Nasional

AKM • Thursday, 30 Apr 2026 - 13:59 WIB
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani Melakukan Sidak Terkait Penyaluran Beras SPHP (Istimewa)

Jakarta — Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bersinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), BULOG memastikan distribusi beras berjalan berkelanjutan sepanjang tahun 2026 dengan dukungan stok yang memadai.

Hingga akhir April 2026, realisasi penyaluran beras SPHP tercatat telah melampaui 380 ribu ton. Rinciannya, sebanyak 221 ribu ton disalurkan pada periode Januari hingga Februari, sementara 167,3 ribu ton lainnya merupakan distribusi lanjutan sejak Maret hingga April. Penyaluran yang berlangsung tanpa jeda ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasokan di tengah dinamika pasar.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026 BULOG mendapat penugasan untuk menyalurkan total 828 ribu ton beras SPHP. Penugasan tersebut mengacu pada kebijakan pemerintah melalui Bapanas terkait pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

“Penyaluran beras SPHP ini dilakukan sepanjang tahun sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dalam pelaksanaannya, BULOG memperluas jaringan distribusi agar menjangkau lebih banyak wilayah. Penyaluran dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari pedagang di pasar rakyat, koperasi, badan usaha milik negara, hingga outlet binaan pemerintah daerah. Selain itu, distribusi juga didukung oleh aparat TNI dan Polri melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama kementerian dan lembaga terkait.

Jaringan distribusi turut diperkuat melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) yang kini telah mencapai sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia. BULOG juga memperluas kerja sama dengan ritel modern dan swalayan guna meningkatkan akses masyarakat terhadap beras SPHP.

Adapun beras SPHP disalurkan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas medium dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk wilayah Zona 1, harga ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram, Zona 2 sebesar Rp13.100 per kilogram, dan Zona 3 sebesar Rp13.500 per kilogram.

Selain distribusi, faktor ketersediaan stok menjadi penopang utama stabilitas. Hingga akhir April 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG tercatat mencapai lebih dari 5 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketahanan pasokan di berbagai daerah.

Dengan dukungan stok yang kuat, jaringan distribusi luas, serta sinergi lintas sektor, BULOG optimistis program SPHP dapat terus berjalan optimal sepanjang 2026. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat di seluruh Indonesia.