Tingkatkan Kualitas SDM, Yayasan Ciputra Pendidikan Dorong Pengalaman Global dan Pemanfaatan AI di Sekolah

AKM • Tuesday, 21 Apr 2026 - 20:23 WIB
Yayasan Ciputra Pendidikan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pengembangan gedung Sekolah Citra Berkat di kawasan Citra In

Bogor,— Yayasan Ciputra Pendidikan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pengembangan gedung Sekolah Citra Berkat di kawasan Citra Indah, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/4).

Acara ini dihadiri Board of Director yayasan, Denny Bernardus, School General Manager Nikolina, serta Head of School Devi Novalina.

Denny menegaskan pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari upaya menjawab tantangan pendidikan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Kami ingin menegaskan bahwa siswa perlu memiliki pengalaman global. Setiap tahun ada program *summer experience* yang dirancang untuk memperkaya perspektif siswa,” ujarnya usai acara kepada Media.

Ia menambahkan, pembelajaran tidak lagi cukup dilakukan di dalam kelas, tetapi perlu diperluas melalui pengalaman langsung di lingkungan internasional.

“Ini bukan wisata biasa, tetapi wisata edukasi untuk belajar langsung dan bertukar pengalaman,” katanya.

Program tersebut mencakup kegiatan *culture visit* dan *campus visit* ke Tiongkok sebagai bagian dari pembelajaran lintas budaya.

Sementara itu, Nikolina menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru menjadi fokus utama yayasan melalui sistem pelatihan berkelanjutan.

“Kami secara rutin melakukan *focus group discussion* per mata pelajaran dan *diagnostic test* tahunan untuk memastikan kompetensi guru sesuai standar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai diintegrasikan dalam pembelajaran.

“Dengan pendekatan *project-based learning*, AI digunakan sebagai alat eksplorasi, namun siswa tidak diperkenankan hanya menyalin tanpa memahami,” tegasnya.

Selain itu, yayasan juga mendorong guru untuk mengikuti pelatihan eksternal dan melanjutkan studi di perguruan tinggi seperti Universitas Ciputra dan Universitas Indonesia.

Di sisi lain, pendekatan pendidikan inklusif juga diterapkan dengan membuka akses bagi siswa dari berbagai latar belakang.

“Kami menerima siswa berkebutuhan khusus selama masih dapat mengikuti pembelajaran umum dengan rekomendasi profesional,” ujar Denny.

Pembangunan sekolah baru ini ditargetkan rampung pada Juni 2027 dengan kapasitas hingga 300 siswa tingkat SMA.

Devi Novalina menambahkan, sekolah akan mengusung pendekatan pembelajaran holistik.

“Kami mengintegrasikan *entrepreneurship learning*, akademik, *positive education*, serta *computational thinking* dan coding sebagai bekal utama siswa,” katanya.

Yayasan juga menyediakan program beasiswa bagi sekitar 10 persen siswa guna memperluas akses pendidikan.

Dengan berbagai langkah tersebut, yayasan berharap dapat mencetak lulusan yang memiliki daya saing global dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.