Gelar Konferensi Internasional di Korea, Untar Dorong Kolaborasi Global untuk Masa Depan Berkelanjutan

AKM • Tuesday, 21 Apr 2026 - 18:54 WIB
Untar Selenggarakan International Conference on Economics, Business, Social and Humanities 2026 dan International Conference on Applied Science, Technology, and Engineering 2026,

Jakarta — Universitas Tarumanagara (Untar) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah global dengan menyelenggarakan dua konferensi internasional, yakni International Conference on Economics, Business, Social and Humanities 2026 dan International Conference on Applied Science, Technology, and Engineering 2026, yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, awal April 2026.

Konferensi yang mengusung tema *“People, Planet and Technology: Building Resilient Futures for Sustainable Development”* ini digelar secara hibrida dan berkolaborasi dengan Kun Shan University serta Pusan National University sebagai tuan rumah. Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk merumuskan solusi lintas disiplin terhadap tantangan global.

Rektor Untar, Amad Sudiro, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema konferensi mencerminkan urgensi kolaborasi global dalam menghadapi masa depan.

“Masa depan sangat bergantung pada bagaimana kita mampu merawat sesama, menjaga kelestarian planet, serta memanfaatkan teknologi secara bijak. Ini menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor dan lintas negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dinamika global yang bergerak cepat menuntut respons yang adaptif dan kolaboratif, terutama melalui sinergi antara bidang ekonomi, sosial-humaniora, dan teknologi.

“Melalui kolaborasi lintas disiplin, kita berharap dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dampak Nyata

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untar, Hetty Karunia Tunjungsari, menekankan bahwa konferensi ini diharapkan memberi dampak nyata di luar ranah akademik.

“Kami berharap kontribusi ilmiah dari ICEBSH dan ICASTE 2026 tidak hanya memperkaya diskursus akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik dan praktik industri,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai kunci dalam menjawab kompleksitas tantangan global.

“Forum ini menjadi katalis bagi dialog yang bermakna, riset yang berdampak, serta kolaborasi berkelanjutan di tingkat internasional,” lanjutnya.

Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara utama dari berbagai negara, di antaranya Riela Provi Drianda dari Tokyo City University, Linda Lin-chin Lin dari Kun Shan University, Kuldeep K. Saxena dari Galgotias University, serta Ju-chul Jeong dari Pusan National University.

Dalam sesi pleno, para pembicara menyoroti berbagai isu strategis. Riela Provi Drianda menekankan pentingnya transformasi pelestarian budaya agar tetap relevan bagi generasi muda melalui pemanfaatan media modern. Sementara Linda Lin-chin Lin menegaskan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan teknologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, Kuldeep K. Saxena mengangkat isu limbah elektronik dan mikroplastik sebagai tantangan global yang membutuhkan solusi kolaboratif, sedangkan Ju-chul Jeong menyoroti pentingnya pembangunan kota yang adaptif dan berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Konferensi, Nadia Ayu Rahma Lestari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan konferensi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas disiplin.

“Konferensi ini menjadi platform kolaboratif yang menghubungkan bidang sosial-humaniora dan sains-teknologi, sekaligus membuka peluang kerja sama riset lintas negara yang lebih luas,” tegasnya.

Melalui forum internasional ini, Untar menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak serta memperkuat jejaring global demi terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.