Program Fellowship 2026 Dibuka, Tanoto Foundation Dorong Peran Anak Muda dalam Reformasi Pendidikan

AKM • Friday, 17 Apr 2026 - 18:56 WIB
Ilustrasi Program Fellowship 2026 Dibuka

Jakarta — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menghadapi kompetisi global yang semakin intens. Data Bank Dunia menunjukkan Indeks Modal Manusia Indonesia pada 2020 berada di angka 0,54, yang mencerminkan potensi produktivitas generasi muda belum tergarap secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam agenda pembangunan nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan peningkatan kualitas manusia sebagai prioritas utama. Menjawab tantangan ini, Tanoto Foundation kembali membuka Program Fellowship Cohort 2026 untuk menjaring dan membina talenta muda Indonesia.

Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan kepemimpinan bagi lulusan muda yang memiliki minat di bidang pembangunan sosial dan pendidikan. Melalui pendekatan berbasis praktik, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung di lapangan sekaligus berkontribusi dalam berbagai inisiatif penguatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Head of Leadership Development & Scholarship Tanoto Foundation, Yosea Kurnianto, menegaskan bahwa program ini menekankan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan.

“Program ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kepemimpinan, inovasi, dan kemampuan kolaborasi secara nyata. Mereka tidak hanya belajar konsep, tetapi juga menghadapi langsung tantangan di masyarakat serta merancang solusi yang relevan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jum'at (17/4).

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi peserta dalam memahami kompleksitas pembangunan sosial di Indonesia.

“Melalui keterlibatan langsung dalam proyek-proyek di daerah, para Fellow akan belajar bagaimana kebijakan dan program dijalankan di tingkat akar rumput. Ini menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga untuk membentuk pemimpin masa depan,” tambahnya.

Para peserta yang lolos seleksi, atau dikenal sebagai Tanoto Fellow, akan menjalani penugasan selama satu tahun di sejumlah wilayah operasional, seperti Riau, Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. Selama masa penugasan, mereka akan terlibat dalam berbagai proyek yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan kapasitas komunitas lokal.

Selain pengalaman lapangan, peserta juga akan memperoleh berbagai fasilitas, seperti pelatihan kepemimpinan berbasis proyek, pendampingan dari para ahli, dukungan finansial bulanan, hingga akses ke jaringan alumni Tanoto Fellows yang aktif dalam pengembangan sektor pendidikan.

Menutup keterangannya, Yosea mengajak generasi muda untuk memanfaatkan peluang ini sebagai langkah awal berkontribusi bagi bangsa.

“Kami percaya anak muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan. Program ini adalah wadah untuk mengasah potensi tersebut agar dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam transformasi pendidikan di Indonesia,” tutupnya.

Kriteria dan Jadwal 

Berikut adalah kriteria pendaftaran Program Fellowship Tanoto Foundation 2026:

• Warga Negara Indonesia

• Usia maksimal 26 tahun

• Lulusan S1 atau S2 dari berbagai jurusan

• Memiliki motivasi untuk berkontribusi pada sektor Pembangunan sosial di Indonesia

• Bersedia mengikuti program selama satu tahun penuh

Adapun, proses seleksi Program Fellowship Tanoto Foundation adalah sebagai berikut:

1. Pendaftaran online melalui website resmi Tanoto Foundation: bit.ly/TF-Fellowship2026

2. Asesmen potensi kepemimpinan secara daring

3. Studi kasus dan wawancara akhir secara daring

Beberapa jadwal penting selama proses pendaftaran dapat disimak di bawah ini:

• 6 April – 22 Mei 2026​: Pendaftaran daring

• 2-3 Juni 2026​​: Pengumuman hasil seleksi administrasi

• 4-12 Juni 2026​​: Seleksi asesmen

• 18-19 Juni 2026​​: Pengumuman seleksi asesmen

• 22-30 Juni 2026​​: Seleksi studi kasus dan wawancara

• 10-17 Juli 2026​​: Pengumuman seleksi studi kasus dan wawancara