Kepala BSKDN Kemendagri: Keberlanjutan Inovasi Kunci Utama Daya Saing Daerah

MUS • Tuesday, 14 Apr 2026 - 22:06 WIB

Tabalong - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menyoroti pentingnya keberlanjutan inovasi sebagai kunci dalam mewujudkan daya saing daerah yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Evaluasi dan Penguatan Inovasi Daerah Menuju Predikat Nasional yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong di Hotel Aston Tanjung pada Selasa, 14 April 2026.

Dalam paparannya, Yusharto menekankan inovasi daerah tidak boleh berhenti pada tahap penciptaan semata, melainkan harus dijaga keberlanjutannya agar tetap relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, setiap inovasi memiliki siklus hidup, sehingga pemerintah daerah perlu mampu melakukan pembaruan secara berkelanjutan agar inovasi tidak stagnan.

"Kita tahu bersama bahwa inovasi yang memiliki nilai keberlanjutan, manfaat serta dampaknya bagi masyarakat sungguh besar, untuk itu jangan sampai inovasi justru stagnan tanpa kebaharuan,"ujarnya.

Lebih lanjut, Yusharto menekankan pentingnya pendekatan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam pengembangan inovasi daerah.

Menurutnya, kebijakan yang disusun berdasarkan data, hasil penelitian, serta praktik baik akan lebih efektif, akuntabel, dan tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA: Gelar Forum TERAS, BSKDN Kemendagri Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data

Dirinya juga mengapresiasi capaian Kabupaten Tabalong yang secara konsisten menunjukkan kinerja inovasi yang baik dan mampu mempertahankan predikat daerah terinovatif dalam beberapa tahun terakhir.

Kendati demikian, dia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat daerah berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas inovasi.

"Pencapaian Kabupaten Tabalong ini sungguh luar biasa, patut diapresiasi. Tantangan ke depan yang kemudian harus dihadapi yakni memastikan inovasi yang ada tidak hanya banyak secara kuantitas, melainkan juga harus berkualitas, bermanfaat untuk masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah sebagai nilai plusnya," ungkap Yusharto 

Dalam kesempatan itu, Yusharto juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem inovasi bersifat pentahelix melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, maupun masyarakat. Selain itu, dukungan regulasi yang kuat, termasuk pembentukan peraturan daerah tentang inovasi, dinilai krusial untuk menjamin keberlanjutan dan kelembagaan inovasi.

Dia mengatakan, pihaknya berkomitmen terus  mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat monitoring dan evaluasi secara berkala, serta mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi dalam pengelolaan inovasi.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kebijakan sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.

"Harapannya dengan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, pertumbuhan inovasi di Kabupaten Tabalong dapat terus berlangsung yang akan membawa dampak luar biasa bagi kemajuan Kabupaten Tabalong ke depannya," pungkas dia.