
Jakarta - Penguatan kolaborasi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat kembali ditegaskan dalam kunjungan Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri ke Markas Komando Bang Japar di kawasan Jati Padang, Jakarta Selatan, Senin (13/4).
Anggota DPD RI asal DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Bang Japar, Fahira Idris, menilai sinergi antara Polri dan organisasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah perkotaan.
“Keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Perlu keterlibatan aktif masyarakat agar tercipta rasa aman yang berkelanjutan," ujar Fahira kepada Media, Jakarta, Senin (13/4).
Ia menegaskan, Bang Japar siap mengambil peran sebagai mitra strategis Polri dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus memperkuat kesadaran hukum di tengah masyarakat.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai bagian dari solusi. Edukasi dan kedekatan dengan masyarakat menjadi kekuatan utama kami," tambahnya.
Kunjungan tersebut dihadiri perwakilan Baintelkam Polri yang dipimpin oleh Kepala Unit Direktorat Keamanan Negara (Kanit Ditkamneg) AKBP Artanti Resdiana beserta jajaran. Dalam pertemuan itu, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai tantangan keamanan yang dihadapi masyarakat perkotaan.
Fahira juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani berbagai kasus yang meresahkan, termasuk aksi premanisme di kawasan Tanah Abang.
“Respons cepat ini penting untuk menunjukkan bahwa negara hadir. Masyarakat perlu melihat bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu,” katanya.
Menurutnya, keberanian aparat dalam menindak pelaku kejahatan akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan publik.
“Ketika masyarakat percaya kepada aparat, maka mereka juga tidak ragu untuk melapor dan berpartisipasi menjaga lingkungannya," ujarnya.
Lima Rekomendasi
Dalam kesempatan tersebut, Fahira juga menyampaikan lima rekomendasi strategis. Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan sebagai langkah awal pencegahan.
“Data dan pemetaan yang akurat akan membantu aparat bertindak lebih cepat dan tepat sasaran," jelasnya.
Ia juga mendorong peningkatan patroli dan kehadiran aparat di titik-titik strategis, terutama yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
“Kehadiran aparat di lapangan bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi warga yang beraktivitas," ucap Fahira.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan kanal pengaduan publik agar lebih responsif dan mudah diakses.
“Masyarakat harus merasa aman ketika melapor. Sistem pengaduan yang cepat dan transparan akan meningkatkan partisipasi publik," katanya.
Pendekatan preventif melalui edukasi hukum dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat juga dinilai krusial.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan. Edukasi yang tepat dapat meminimalisir potensi gangguan sejak awal," ujarnya.
Sementara itu, konsistensi dalam penegakan hukum menjadi poin terakhir yang ia tekankan.
“Penegakan hukum harus tegas, konsisten, dan terlihat. Ini penting untuk menciptakan efek jera sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat," tegas Fahira.
Ia memastikan, Bang Japar akan terus mendukung upaya Polri melalui berbagai kegiatan sosial dan edukasi masyarakat.
“Kami siap berkolaborasi secara konkret di lapangan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat," katanya.
Menutup pernyataannya, Fahira berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga Jakarta tetap kondusif.
“Jika kamtibmas terjaga, maka aktivitas ekonomi, sosial, dan kehidupan masyarakat akan berjalan dengan baik. Itulah fondasi utama pembangunan,” pungkasnya.