
Jakarta — Arus urbanisasi yang meningkat setelah perayaan Idulfitri dinilai sebagai dinamika yang tidak terpisahkan dari perkembangan kota metropolitan seperti Jakarta. Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menilai fenomena ini justru dapat menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan kota.
“Setiap tahun, setelah Lebaran, Jakarta selalu menerima kedatangan warga dari berbagai daerah. Ini adalah hal yang wajar dalam siklus kota besar,” ujar Fahira, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (28/3).
Ia menegaskan bahwa Jakarta tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin memperbaiki taraf hidup, selama dibarengi kesiapan dan kemampuan yang memadai.
“Jakarta memberi peluang, tetapi juga menuntut kesiapan. Mereka yang datang harus memiliki keterampilan, kemauan belajar, dan etos kerja yang kuat agar bisa bertahan,” katanya.
Menurut Fahira, keberagaman latar belakang para pendatang justru menjadi modal sosial yang penting bagi Jakarta dalam menghadapi tantangan global.
“Pendatang membawa perspektif baru, inovasi, dan semangat kerja. Ini adalah aset penting bagi Jakarta untuk terus berkembang dan bertransformasi menjadi kota global,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Jakarta tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Kita butuh kolaborasi, termasuk dari para pendatang yang ingin menjadi bagian dari perjalanan kota ini,” ujarnya.
Kesiapan Mental
Fahira mengingatkan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi kerasnya kehidupan di ibu kota.
“Kehidupan di Jakarta bergerak cepat dan kompetitif. Tanpa kesiapan mental dan keterampilan yang cukup, akan sulit untuk beradaptasi,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap administrasi kependudukan sebagai langkah awal integrasi para pendatang.
“Pendatang harus tertib administrasi, melapor ke lingkungan setempat, dan mengikuti aturan yang berlaku. Ini penting agar mereka bisa hidup dengan nyaman dan aman,” jelas Fahira.
Ia menambahkan bahwa tertib administrasi juga membuka akses terhadap berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah.
“Dengan data yang jelas, pendatang bisa lebih mudah mendapatkan akses ke pelatihan kerja, layanan publik, hingga peluang ekonomi lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, Fahira mendorong adanya penguatan program pelatihan kerja dan penciptaan lapangan kerja untuk mengimbangi arus urbanisasi yang terus terjadi.
“Kita perlu memastikan urbanisasi ini produktif, bukan menjadi beban. Caranya dengan memperkuat pelatihan dan membuka lebih banyak peluang kerja,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Fahira mengajak semua pihak untuk menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Jakarta.
“Jakarta adalah milik kita bersama. Siapa pun yang datang dengan niat baik, mari kita rangkul dan bersama-sama membangun kota ini agar semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.