
Jakarta, — Dewan Perwakilan Daerah ( DPD RI) mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Indonesia, sekaligus mengajak menjadikan momentum kemenangan ini sebagai titik awal kebangkitan umat dalam berbagai aspek kehidupan.
“Selamat Idulfitri 1447 H, taqabbalallahu minna wa minkum. Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai momentum untuk bangkit, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial, ekonomi, dan peradaban,” ujar Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (23/3).
Menurutnya, Idulfitri merupakan titik balik setelah umat Islam menjalani proses pembinaan diri selama Ramadan. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, empati sosial, dan pengendalian diri yang telah dilatih selama sebulan penuh harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Fahira menegaskan bahwa Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai kembali kepada fitrah secara individu, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Idulfitri adalah energi moral dan spiritual yang harus kita bawa ke ruang-ruang kehidupan nyata. Jika nilai-nilai Ramadan terus hidup, maka dari sanalah kebangkitan umat bisa dimulai,” ujarnya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan global dan nasional, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga dinamika sosial, yang menuntut umat Islam untuk tampil sebagai bagian dari solusi. Kebangkitan umat, menurutnya, perlu diwujudkan melalui penguatan persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kontribusi nyata dalam pembangunan.
Lebih lanjut, Fahira menyampaikan beberapa hal penting pasca-Ramadan yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya menjaga integritas dalam kehidupan, memperkuat solidaritas sosial terutama kepada kelompok rentan, serta menjaga persatuan bangsa.
Selain itu, ia mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun pemanfaatan teknologi, agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Umat Islam harus senantiasa menjadi kekuatan moral sekaligus kekuatan pembangunan. Kita tidak boleh berhenti pada simbol, tetapi harus bergerak pada substansi dan aksi nyata,” jelasnya.
Di tengah suasana Idulfitri, Fahira juga mengingatkan pentingnya menjaga empati dan solidaritas global terhadap masyarakat di berbagai belahan dunia yang masih menghadapi konflik dan kesulitan.
“Jika nilai-nilai Ramadan terus kita jaga, maka insya Allah selain menjadi hari kemenangan, Idulfitri juga menjadi awal kebangkitan umat menuju kehidupan yang lebih adil, bermartabat, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.