Kasus Campak Meningkat, Kepala Daerah Diminta Perkuat Imunisasi

AKM • Thursday, 5 Mar 2026 - 22:14 WIB
Ilustrasi Kasus Campak Meningkat (Istimewa)

Jakarta— Lonjakan kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia mendapat perhatian serius dari Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris.  Ia meminta seluruh kepala daerah segera memperkuat program imunisasi guna mencegah penyebaran penyakit yang sangat menular tersebut.

Menurut Fahira, peningkatan kasus campak harus menjadi sinyal kewaspadaan bagi pemerintah daerah untuk memastikan cakupan vaksinasi mencapai tingkat aman. Ia menegaskan, campak merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi yang merata dan tepat waktu.

“Campak ini penularannya sangat cepat, tetapi pencegahannya juga jelas, yaitu vaksinasi. Kepala daerah harus memastikan imunisasi rutin berjalan optimal agar anak-anak kita tidak menjadi korban penyakit yang seharusnya bisa dicegah,” ujar Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/3).

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris.

Fahira menjelaskan, untuk mencapai kekebalan kelompok atau *herd immunity*, cakupan imunisasi campak minimal harus menyentuh angka 94 persen. Jika target tersebut tidak tercapai secara merata, akan selalu ada kelompok rentan yang berpotensi menjadi titik awal penularan baru.

“Tanpa cakupan tinggi dan merata, virus akan terus menemukan celah. Karena itu, pemerintah daerah tidak boleh lengah,” tegasnya.

Tujuh Langkah Strategis

Sebagai bentuk respons konkret, Fahira mengusulkan tujuh langkah strategis yang perlu segera dijalankan oleh kepala daerah:

1. Memastikan cakupan imunisasi minimal 94 persen melalui penguatan layanan imunisasi rutin di puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

2. Melaksanakan imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap, khususnya di wilayah dengan cakupan rendah.

3. Memperkuat sistem surveilans penyakit menular, termasuk pelaporan cepat dan respons epidemiologi maksimal 24 jam setelah ditemukan kasus suspek.

4. Mengintensifkan edukasi publik tentang pentingnya vaksinasi serta melawan misinformasi yang beredar di masyarakat.

5. Mendorong kolaborasi lintas sektor, melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan kader kesehatan.

6. Menjamin ketersediaan tenaga kesehatan dan logistik vaksin, termasuk distribusi hingga ke wilayah terpencil.

7. Mengintegrasikan imunisasi dengan layanan kesehatan ibu dan anak,sehingga pemantauan status vaksinasi dapat dilakukan lebih sistematis.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.

Peran Orang Tua dan Masyarakat

Selain mendorong pemerintah daerah, Fahira juga mengimbau para orang tua untuk proaktif memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksin sesuai jadwal.

“Imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang. Jika cakupan tinggi dan merata, kita bukan hanya melindungi anak sendiri, tetapi juga anak-anak lain di lingkungan sekitar,” tutupnya.

Dengan langkah cepat dan koordinasi yang solid antara pusat dan daerah, diharapkan peningkatan kasus campak dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa di berbagai wilayah.