
Surabaya — Komitmen pemerintah dalam memerangi peredaran narkoba mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Ia menilai dukungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terhadap program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) sebagai langkah strategis yang menyentuh akar persoalan di tingkat masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kegiatan Akselerasi Asta Cita Presiden melalui Deklarasi Jawa Timur Bersih Narkoba (BERSINAR) yang digelar di Gedung Balai Pemuda Surabaya.
Dalam kegiatan ini, Khofifah Indar membacakan deklarasi anti narkoba sekaligus menerima penghargaan P4GN dari Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, bersama Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto.
Forum ini menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
Menurut Lia, desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan benteng sosial pertama dalam menjaga ketahanan masyarakat.
“Perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap desa bersinar menunjukkan keseriusan negara dalam memastikan pembangunan desa berjalan beriringan dengan perlindungan generasi muda. Ini adalah investasi jangka panjang bagi keberlangsungan bangsa,” ujarnya.
Jawa Timur Jadi Role Model
Lia memandang penunjukan Jawa Timur sebagai role model nasional dalam program pemberantasan narkoba sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi dan kolaborasi yang telah dibangun pemerintah provinsi.
“Ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga motivasi untuk memperluas gerakan serupa hingga ke seluruh pelosok desa,” katanya.
Selain dukungan Kemendes, Lia juga mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mulai memasukkan materi bahaya narkoba dalam kurikulum pendidikan.
Ia menilai sekolah merupakan ruang strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan edukasi yang tepat, siswa tidak hanya memahami bahaya narkoba secara teoritis, tetapi juga memiliki ketahanan moral untuk menolak penyalahgunaan.
Menurutnya, perang melawan narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, masyarakat, hingga keluarga menjadi kunci utama.
“Gerakan Jawa Timur Bersinar bukan sekadar deklarasi, tetapi panggilan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh generasi yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.