
Tangerang — Dugaan pencemaran Kali Cisadane akibat tumpahan cairan kimia pestisida pascakebakaran gudang bahan kimia di kawasan BSD, Tangerang Selatan, dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan publik.
Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk melindungi keselamatan masyarakat.
Habib Idrus menekankan bahwa Kali Cisadane merupakan sumber utama air baku bagi jutaan warga di wilayah Tangerang Raya. Gangguan kualitas air sungai, menurutnya, dapat berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Jika kualitas air terganggu, maka yang terancam bukan hanya lingkungan, tetapi kesehatan publik secara luas,” ujar Habib Idrus, Selasa (10/2/2026).
Ia mendorong pemerintah daerah, instansi lingkungan hidup, serta dinas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas air sungai dan air olahan yang digunakan masyarakat. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan tidak adanya kandungan zat berbahaya yang dapat memicu gangguan kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Menurut Habib Idrus, penanganan dugaan pencemaran harus dilakukan secara transparan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait keamanan air yang mereka gunakan sehari-hari. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan publik.
“Pemerintah perlu menyampaikan hasil uji kualitas air secara berkala dan mudah dipahami masyarakat. Ini bagian dari perlindungan kesehatan publik,” katanya.
Selain pengujian air, ia juga menilai perlu adanya langkah mitigasi kesehatan, termasuk kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan apabila muncul keluhan atau dampak kesehatan di masyarakat. Edukasi kepada warga mengenai penggunaan air bersih yang aman juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
Evaluasi Menyeluruh
Sebagai anggota DPR RI, Habib Idrus menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan dengan mendorong koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, otoritas lingkungan, penyedia layanan air minum, dan instansi kesehatan. Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan pengawasan bahan kimia industri di kawasan padat penduduk.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai warga menanggung risiko akibat kelalaian atau lemahnya pengawasan,” tegasnya.
Habib Idrus memastikan DPR RI akan terus memantau perkembangan penanganan dugaan pencemaran Kali Cisadane.
" Hingga pemerintah dapat memastikan air sungai dan air baku yang digunakan masyarakat benar-benar aman bagi kesehatan," tandasnya.