Kemenag Salurkan Bantuan Rp596 Juta bagi Madrasah dan Korban Longsor di Cisarua

AKM • Monday, 2 Feb 2026 - 11:12 WIB
Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta untuk mendukung pemulihan madrasah, guru, serta keluarga siswa yang terdampak bencana longsor dan banjir Cisarua

Bandung Barat— Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta untuk mendukung pemulihan madrasah, guru, serta keluarga siswa yang terdampak bencana longsor dan banjir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar kepada para penerima pada Minggu (1/2/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari respons pemerintah terhadap dampak bencana yang mengganggu aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan madrasah. Menteri Agama menyampaikan bahwa madrasah memiliki posisi penting tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Menurut Menag, pemulihan sarana pendidikan serta dukungan bagi para pendidik menjadi faktor krusial agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal pascabencana.

“Madrasah memiliki kontribusi besar bagi masyarakat. Karena itu, pemulihan madrasah dan kesejahteraan para gurunya perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Nasaruddin Umar.

Bantuan yang disalurkan Kementerian Agama mencakup rehabilitasi rumah guru madrasah yang mengalami kerusakan berat akibat longsor. Untuk keperluan tersebut, Kemenag mengalokasikan dana sebesar Rp300 juta guna membantu proses perbaikan agar rumah kembali layak huni dan aman ditempati.

Selain bantuan rehabilitasi, Kemenag juga memberikan bantuan sewa rumah sementara bagi 21 guru madrasah terdampak dengan total nilai Rp126 juta. Bantuan ini ditujukan untuk memastikan para guru tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan berlangsung.

Kementerian Agama turut menyalurkan santunan kepada keluarga 10 siswa madrasah yang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor. Total santunan yang diberikan mencapai Rp160 juta sebagai bentuk empati dan dukungan kepada keluarga korban.

Dalam penanganan darurat, Kemenag juga memberikan bantuan pemulasaran jenazah sebesar Rp10 juta. Menag menegaskan bahwa penanganan korban secara layak merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan penghormatan terhadap para korban bencana.

Menteri Agama memastikan bahwa penyaluran bantuan ini tidak berhenti pada tahap awal. Ia meminta jajaran Kementerian Agama di tingkat pusat maupun daerah untuk terus melakukan pendampingan serta pendataan lanjutan terhadap kebutuhan madrasah dan keluarga terdampak.

"Upaya ini diharapkan dapat mendukung proses pemulihan secara berkelanjutan dan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan," tandasnya.