Pemda Didorong Perkuat Kebijakan Promosi Wisata Domestik Terutana Jelang Libur

AKM • Tuesday, 27 Jan 2026 - 12:46 WIB
Photo Bersama Disela-sela Kegiatan Dialog dan Peluncuran Logo Baru EL JOHN TV di Jakarta (Istimewa)

Jakarta – Pemerintah daerah didorong memperkuat kebijakan promosi pariwisata domestik secara lebih terencana dan berkelanjutan, terutama menjelang masa libur, guna mendorong pergerakan wisatawan Nusantara dan meningkatkan dampak ekonomi daerah.

Founder & Chairman EL JOHN Indonesia, M. Johnnie Sugiarto mengatakan promosi pariwisata daerah tidak cukup hanya bersifat insidental, tetapi perlu menjadi bagian dari kebijakan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan ekonomi.

“Pemerintah daerah perlu menjadikan promosi pariwisata sebagai kebijakan strategis, bukan hanya kegiatan seremonial. Potensi wisata daerah sangat besar dan perlu dikomunikasikan secara konsisten kepada publik,” ujar Johnnie dalam peluncuran logo baru EL JOHN TV di Jakarta, Senin (27/1/2026).

Ia menilai, masih kuatnya promosi destinasi luar negeri yang menyasar wisatawan Indonesia menunjukkan adanya celah dalam kebijakan promosi pariwisata domestik. Padahal, sektor pariwisata dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan UMKM lokal.

Dalam konteks kebijakan, Johnnie mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lain, termasuk media, agar promosi destinasi lebih terarah dan memiliki jangkauan nasional. 

“ Sinergi kebijakan antarlembaga dapat meningkatkan efektivitas promosi sekaligus efisiensi anggaran daerah,” imbuhnya.

Strategi Media

Sementara itu, peluncuran logo baru EL JOHN TV dalam acara tersebut menjadi bagian dari penyesuaian strategi media tematik pariwisata di tengah perubahan lanskap digital. Manajemen EL JOHN Media menyebut rebranding dilakukan untuk menyesuaikan peran media dalam mendukung kebijakan promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi daerah.

CEO EL JOHN Media Donny De Keizer mengatakan, media memiliki fungsi strategis dalam mendukung implementasi kebijakan promosi pariwisata daerah melalui penyebaran informasi yang kredibel dan berkelanjutan.

“Promosi pariwisata yang efektif membutuhkan konsistensi informasi dan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan media. Media dapat membantu menjembatani kebijakan daerah dengan masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Selain peluncuran logo, acara tersebut juga diisi dengan diskusi panel bertajuk Pariwisata 2026: Arah Bisnis, Investasi, dan Kekuatan Media. Diskusi menyoroti pentingnya kebijakan daerah yang adaptif terhadap perubahan tren wisata, kebutuhan investasi, serta pemanfaatan media digital dalam memperluas jangkauan promosi.

Sejumlah pelaku pariwisata menilai, keberhasilan kebijakan promosi wisata daerah akan sangat ditentukan oleh konsistensi program, dukungan regulasi, dan keterlibatan pemangku kepentingan lokal. Tanpa kebijakan yang jelas dan berkelanjutan, potensi pariwisata daerah berisiko tidak memberikan dampak ekonomi optimal.

Ke depan, penguatan kebijakan promosi pariwisata di daerah diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata nasional.