Siapkan Anggaran Rp52,12 Triliun, Kemendikdasmen Lakukan Revitalisasi Sekolah hingga Insentif Guru Diperluas

AKM • Thursday, 22 Jan 2026 - 11:14 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Paparkan sejumlah program strategis pada tahun anggaran 2026 di DPR RI

Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan sejumlah program strategis pada tahun anggaran 2026 dengan total pagu anggaran sebesar Rp52,12 triliun. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses, serta penguatan karakter peserta didik di seluruh Indonesia.

Rencana program prioritas tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1). Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa dukungan DPR RI menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas program pendidikan nasional.

“Kami mengapresiasi dukungan dan pengawalan Komisi X DPR RI sehingga program prioritas Kemendikdasmen memperoleh keberpihakan dalam penganggaran,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan anggota dewan.

Salah satu program utama pada 2026 adalah pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dengan target awal sebanyak 11.744 sekolah. Selain itu, upaya digitalisasi pembelajaran akan menjangkau 288.865 satuan pendidikan melalui pendampingan pemanfaatan perangkat teknologi serta penguatan konten pembelajaran digital.

Pada aspek pemerataan akses pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Program ini ditargetkan menyasar 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu. Pemerintah juga menargetkan penanganan 191.697 Anak Tidak Sekolah (ATS) agar dapat kembali memperoleh layanan pendidikan. Sementara itu, Tes Kemampuan Akademik (TKA) direncanakan mulai diterapkan untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama pada 2026.

Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar pada peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Pada tahun depan, sebanyak 119.888 pendidik akan mendapatkan pelatihan, mulai dari pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM, literasi dan numerasi, hingga kepemimpinan sekolah. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ditargetkan diikuti oleh 41.692 guru, sedangkan peningkatan kualifikasi akademik S1/D4 akan menjangkau sekitar 150 ribu guru secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan, pemerintah akan menaikkan insentif bagi guru non-ASN menjadi Rp400 ribu per orang per bulan dengan sasaran hampir 800 ribu guru di seluruh Indonesia.

Di bidang penguatan karakter, Kemendikdasmen meluncurkan berbagai inisiatif, antara lain kampanye Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), penguatan budaya belajar yang aman dan nyaman, serta pelibatan peserta didik melalui Gerakan Rukun Sama Teman. Program ini melibatkan peran sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai empat pilar utama pendidikan.

Sementara itu, pada sektor kebahasaan dan literasi, pemerintah menargetkan revitalisasi bahasa daerah bagi 7.755 peserta sebagai upaya pelindungan dan pengembangan bahasa ibu. Distribusi buku bacaan bermutu juga akan dilakukan ke 27.627 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.

Untuk memperkuat kebijakan pendidikan nasional, Kemendikdasmen juga menyiapkan sejumlah program tambahan sesuai arahan Presiden RI. Di antaranya, rencana penambahan sasaran revitalisasi sekolah hingga 60.000 satuan pendidikan serta pengadaan papan interaktif digital di setiap sekolah, yang pendanaannya akan diusulkan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

Selain itu, pemerintah akan memberikan bantuan buku tulis dan alat tulis bagi siswa kelas awal SD sebagai bagian dari upaya penguatan kemampuan menulis. Pengembangan sekolah terintegrasi di tingkat kecamatan juga direncanakan guna menciptakan sistem pembelajaran berkelanjutan antarjenjang.

Apreasiasi Kinerja 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menyampaikan apresiasi atas kinerja Kemendikdasmen pada tahun anggaran sebelumnya. Menurutnya, capaian 2025 menunjukkan adanya peningkatan dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan diharapkan dapat terus ditingkatkan pada 2026.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap arahan Presiden terkait kebijakan pendidikan tahun depan. “Komisi X memiliki perhatian besar terhadap program-program ini dan siap berkolaborasi agar pelaksanaannya berjalan optimal,” ujarnya.

Dengan perencanaan program dan pengelolaan anggaran yang terarah, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memastikan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia.