Mendikdasmen Titip Pesan untuk Warga Kepulauan Seribu, Fokus Revitalisasi Sekolah hingga Karakter Siswa

AKM • Monday, 29 Jun 2026 - 13:59 WIB
Kepala BKHM Kemendikdasmen ,Yudhistira Nugraha, saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta (Istimewa)

Jakarta  – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menitipkan tiga pesan penting bagi masyarakat Kepulauan Seribu sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu dan merata di seluruh Indonesia. Pesan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta penguatan budaya sekolah dan karakter peserta didik.

Pesan Menteri disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Yudhistira Nugraha, saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Pak Mendikdasmen Abdul Mu'ti menitipkan salam untuk masyarakat Kepulauan Seribu. Beliau juga menyampaikan tiga pesan penting yang menjadi fokus pembangunan pendidikan ke depan," kata Yudhistira.

Pesan pertama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik pendidikan. Menurut Yudhistira, pemerintah terus mempercepat revitalisasi satuan pendidikan agar peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 Kemendikdasmen telah merevitalisasi sebanyak 16.167 sekolah di berbagai daerah. Program tersebut akan terus dilanjutkan pada 2026 dengan prioritas sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah terdampak bencana, serta sekolah yang mengalami kerusakan.

"Kalau di Kepulauan Seribu masih ada sekolah yang memerlukan perbaikan, pemerintah provinsi maupun kabupaten dapat mengusulkan kepada kementerian agar menjadi bagian dari program revitalisasi," ujarnya.

Selain pembangunan gedung sekolah, pemerintah juga memperkuat digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Salah satu bentuknya adalah penyediaan interactive panel yang mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi dan pembelajaran mendalam (deep learning).

Yudhistira mengapresiasi sekolah-sekolah di Kepulauan Seribu yang telah menerima perangkat tersebut.

"Alhamdulillah kalau satuan pendidikan di sini sudah menerima interactive panel. Mudah-mudahan perangkat ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri atas perhatian yang diberikan," katanya.

Pesan kedua menyangkut pembangunan infrastruktur pedagogik, yakni peningkatan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru melalui berbagai program pemerintah, termasuk Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Dalam dialog bersama para guru, Yudhistira memastikan seluruh guru yang telah memenuhi persyaratan telah menerima tunjangan profesinya.

"Alhamdulillah kalau semua sudah menerima TPG. Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas layanan bagi guru agar semakin profesional dan mampu menerapkan pembelajaran mendalam di kelas," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi faktor penting dalam mewujudkan transformasi pendidikan karena guru merupakan aktor utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pesan ketiga adalah pembangunan infrastruktur budaya melalui pembiasaan karakter positif di lingkungan sekolah. Salah satu program yang terus didorong Kemendikdasmen ialah penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur lebih awal.

Selain itu, Kemendikdasmen juga terus mengembangkan budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan agar peserta didik dapat belajar secara optimal.

"Tiga hal tersebut—penguatan infrastruktur fisik, infrastruktur pedagogik, dan infrastruktur budaya—merupakan fondasi untuk menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu bagi seluruh anak Indonesia," tegas Yudhistira.

Melalui penguatan ketiga aspek tersebut, Kemendikdasmen berharap kualitas layanan pendidikan di daerah kepulauan maupun wilayah terpencil dapat terus meningkat sehingga setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa memandang kondisi geografis.