FILM Anaconda, Legenda Menegangkan yang Dikemas dalam Kelucuan

FAZ • Wednesday, 24 Dec 2025 - 16:26 WIB

Genre: Action Comedy
Sutradara: Tom Gormican
Penulis: Tom Gormican& Kevin Etten
Berdasarkan Anaconda (1997) yang ditulis oleh: Hans Bauer and Jim Cash & Jack Epps, Jr.
Pemeran: Jack Black, Paul Rudd, Steve Zahn, Thandiwe Newton
Durasi: 1 jam 39 menit
Distributor: Sony Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 24 Desember 2025

Anaconda sudah menjadi nama besar melegenda tak terlupakan terkait teror menegangkan, yang melibatkan ular besar. Siap menelan siapa saja yang berani berpetualang di Sungai Amazon.

Keganasan Anaconda juga telah dikenang generasi yang tumbuh pada tahun 1997, beriringan dengan perkenalan Jennifer Lopez maupun Ice Cube, bersama deretan bintang yang belum sebesar sekarang, namun sudah masuk ke sanubari para fans.

Ketegangan penonton menyaksikan Anaconda di masa lalu, seolah coba dihidupkan kembali sekaligus diberi kesan yang menghibur dalam kemasan jauh lebih segar. Komedian Jack Black dan aktor Paul Rudd menyajikannya sebagai pusat komedi Anaconda versi terbaru.

Jack Black sebagai Doug dan Paul Rudd berperan menjadi Griff dikisahkan sebagai teman dekat yang sama-sama punya mimpi di dunia perfilman. Namun bisa dikatakan keduanya berada dalam fase gagal.

Karier Doug sedang stagnan sebagai videografer pernikahan di kampung halaman. Sementara Griff merintis karier akting di Los Angeles tetapi tak pernah meraih bintang utama.

Setelah Griff entah bagaimana mendapatkan hak atas franchise Anaconda yang sangat disukai sejak kecil, ia kembali ke daerah asal, untuk menawarkan kesempatan kepada teman-teman lamanya: Doug, Claire (Thandiwe Newton), dan Kenny (Steve Zahn).

Mereka berencana memperbarui karya klasik Anaconda. Semuanya akan seperti dulu: Griff dan Claire bisa menjadi bintangnya, Kenny bisa menjadi juru kameranya, dan Doug akhirnya bisa menyutradarai secara sungguhan.

Setelah tim terbentuk dan resmi memasuki tahap praproduksi, Doug, Griff, dan teman-teman mereka menuju Amerika Selatan—jauh ke hutan hujan Amazon yang terpencil dan panjang. Keempatnya bertemu dengan bintang sebenarnya, seekor anaconda veteran bernama Heitor, yang akan "berperan" sebagai ular pembunuh mereka.

Meskipun pawang ular bernama Santiago (Selton Mello) meyakinkan, Heitor tidak berbahaya dan selalu profesional, ular itu membuat Griff gelisah. Masalahnya, Griff memiliki begitu banyak adegan dengan ular Heitor.

Dari sanalah, persoalan menjadi menegangkan, Griff panik dan melemparkan makhluk itu ke laut. Akibatnya: kematian Heitor yang tidak disengaja dan mendadak, membuat produksi film yang serba cepat itu kehilangan karakter utamanya.

Peristiwa tersebut merupakan kemunduran yang cukup besar, terutama bagi Santiago yang terpukul, tetapi tim bertekad untuk terus maju.

Dengan asumsi Amazon memiliki begitu banyak anaconda sungguhan, para sahabat itu berangkat untuk mencari pengganti bintang film mereka yang telah tiada.

Tetapi upaya untuk menyelamatkan proyek sinema, akan menempatkan mereka langsung di masalah yang jauh lebih besar dan lebih menakutkan: seekor anaconda raksasa siap melahap apa pun yang menginjakkan kaki ke hutannya.

Selebihnya, kita akan diajak mengingat kembali keseruan Anaconda versi tahun 1997, secara kocak dan menyenangkan. Penonton akan puas dalam ekspektasi menyaksikan Anaconda yang lucu, bahkan sedikit di atas ekspektasi karena elemen-elemen komedi dan kekonyolan maksimal.

Sambil bernostalgia, para karakternya berhasil menempatkan Anaconda sebagai pendahulu pada posisi sangat terhormat, walau tetap bisa dieksplorasi untuk memancing tawa terbahak-bahak.

Aktor utama Jack Black menjelaskan, “Ini bukan sekadar komedi. Ini komedi aksi. Ada ular raksasa. Bahayanya nyata, dan kami memerankannya dengan sungguh-sungguh. Ini lucu, ini seru."

Dia menyatakan sangat suka membuat film dan suka cerita tentang orang-orang yang membuat film. Anaconda tahun ini merupakan salah satu sudut pandang penceritaan unik tentang obsesi penggemar menceritakan kembali kesukaannya.

Paul Rudd menambahkan, “Ketika saya membaca skenarionya, saya berpikir; ‘Saya belum pernah melihat ini sebelumnya.’ Ini adalah cara cerdas untuk menceritakan kisah ini.”

Sementara untuk sutradara Tom Gormican, semuanya bermuara pada satu hal: fun. “Harapan tulus saya adalah agar penonton bersenang-senang. Ini adalah masa yang aneh di dunia saat ini, dan film ini bagi saya adalah pelarian ke tempat lain dengan karakter yang saya harap akan Anda sukai."

Tom membuat Anaconda sebagai perjalanan menyenangkan yang penuh semangat melalui hutan yang akan membuat penonton merasa antusias dan terhibur dalam tawa, dengan porsi yang sama.