FILM SPIDER-MAN™: BRAND NEW DAY Siap Menjalani Segala yang Baru

MUS • Thursday, 30 Jul 2026 - 04:34 WIB

Genre: Superhero, action
Sutradara: Destin Daniel Cretton
Pemeran: Tom Holland, Zendaya, Sadie Sink, Jacob Batalon, Mark Ruffalo
Durasi: 2 jam 25 menit
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 29 Juli 2026

Sangatlah sulit bagi kita mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu. Dalam SPIDER-MAN™: BRAND NEW DAY, kita diajak menyaksikan bagaimana Peter Parker (Tom Holland) berusaha keras untuk moving-on, tetapi seringkali ingin mengalami lagi kenangan indah lampau, sehingga tentu tetaplah sukar dijalani.

Kali ini, Peter telah bertransformasi dari remaja keras kepala penolak perubahan, menjadi pria 20 tahunan yang siap menyingsing fajar baru dengan segala konsekuensinya. Kita akan mengikuti perjuangan mandiri Spider-Man yang bergerak tanpa bantuan teknologi canggih Stark atau para jagoan Avengers. Dia menyiapkan gadget dan kekuatannya sendiri. 

Yang pasti, Peter siap bertaruh nyawa demi keselamatan warga New York sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pelindung kota yang sesungguhnya. Dia bekerja sama mendukung kerja polisi dalam memberantas kejaatan. Karenanya, penonton akan menyaksikan adegan-adegan pertarungan Spider-Man dengan para pembuat onar. Menurut opini mnctrijaya.com, beberapa elemen cerita tersebut akan menguatkan kembalinya Spider-Man klasik, sebagai superhero yang tetap manusiawi.

Setelah peristiwa di Spider-Man: No Way Home yang menghapus eksistensinya dari ingatan dunia, Peter kini menjelma menjadi pahlawan penuh waktu. Lewat akting emosional, kita tak lagi disuguhkan kisah asal-usul bagaimana menjadi Spider-Man, melainkan sebuah studi karakter kelam tentang bagaimana seorang pemuda biasa, dan kesepian, harus membayar mahal harga dari topeng yang ia kenakan.

Empat tahun berlalu, dan rasa perih itu kini terasa semakin nyata. Sementara sahabat Peter, Ned, beserta kekasih Peter, MJ, sempat berkuliah di MIT, Boston, dan telah kembali ke New York untuk memulai babak baru.

Peter tetap menjadi sosok yang terasing di sudut kota. Kontras tersebut menyajikan kisah yang sangat matang; Spider-Man tidak hanya bertarung penuh waktu di jalanan, ia juga bertarung melawan obsesinya sendiri, belajar menerima kenyataan pahit, siap menjadi orang asing bagi mereka yang paling ia sayangi.

Di tengah kegalauan, Spider-Man harus menghadapi lawan-lawan yang siap menghadang, di antaranya: Tombstone, Scorpion, Tarantula, Boomerang, termasuk Frank Castle yang ikonik alias The Punisher. Sosok Frank tampil perdana di layar lebar, setelah serial hits Marvel, Daredevil dan The Punisher. Frank sebagai seorang vigilante yang trauma dan sangat mematikan dengan keahlian militer mumpuni. Ia adalah prajurit solo yang dipenuhi amarah dan kesedihan.

Pergumulan tak berhenti di situ. Peter harus menerima kenyataan, adanya sisi predator laba-laba yang mulai mendominasi. Secara fisik, Peter membawa ancaman internal yang membahayakan kemanusiaannya. Tekanan mutasi ini memicu insting yang lebih agresif, brutal, dan serius, mengubahnya dari pahlawan remaja yang ceria menjadi sosok pelindung kota yang lebih dingin. 

Tantangan demi tantangan itu, makin menjadi saat kekuatan aneh melanda warga New York. Sosok antagonis siap mengacaukan seluruh transformasi Peter. Dia harus melumpuhkan musuh yang mengejutkan. Lawan yang tak pernah dihadapi sebelumnya, namun sangatlah relate dengan kehidupan baru Peter.

Sampai akhir, para penggemar akan dimanjakan dengan berbagai elemen khas Spider-Man versi komik maupun film Marvel. Kita juga akan mengalami campur aduk perasaan yang dirasakan silih berganti, mulai dari kekaguman, keharuan, sukacita, kelegaan, bahkan kebanggaan.

Apalagi band Indonesia for Revenge mempersembahkan 'I Miss You Every Brand New Day', sebuah original song untuk film Spider-Man: Brand New Day. Kolaborasi ini berawal dari tawaran Sony Music dan Sony Pictures, yang melihat karya-karya for Revenge sejalan dengan emosi cerita dalam film tersebut.

Bagi for Revenge, kesempatan ini menjadi sebuah pencapaian sekaligus tantangan kreatif yang istimewa. Untuk pertama kalinya, mereka menulis karya yang tidak hanya berangkat dari pengalaman personal, tetapi juga dari perjalanan emosional Peter Parker. "Buat kami, ini sebuah kehormatan. Nggak pernah bayangin for Revenge bisa diberi kesempatan untuk menulis karya based on salah satu franchise film terbesar di dunia," ungkap Boniex. 

Band ini juga mengaku harus menyelami sudut pandang yang berbeda dalam proses penciptaan lagu tersebut. "Biasanya kami membuat karya berdasarkan apa yang kami alami. Kali ini harus menyatu dengan apa yang dirasakan Peter Parker di film tersebut. Sebagai fanboy Spider-Man, sekali lagi, ini sebuah kebanggaan, untuk menggali sisi emosional seorang Peter Parker," lanjutnya.

'I Miss You Every Brand New Day' membawa identitas emosional for Revenge ke dalam semesta Spider-Man: Brand New Day. Lagu ini menjadi pertemuan antara narasi personal yang selama ini kuat dalam karya for Revenge dengan dinamika perjalanan salah satu karakter pahlawan super paling ikonis di dunia. 

Diperkaya oleh kontribusi sejumlah musisi dan sosok kreatif, lagu ini menghadirkan vokal tamu dari Cynantia Pratita, arahan vokal oleh Kamga, serta paduan suara dari Gege Gumilar, Mulia Aprianto, Nadine Arlyanaza, dan Luginia Raftiane. Proses produksinya turut melibatkan sejumlah nama di balik layar industri musik Indonesia, menegaskan skala dan keseriusan karya ini sebagai original song.

'I Miss You Every Brand New Day' akan menjadi karya spesial bagi pendengar for Revenge, penggemar Spider-Man, serta siapa pun yang pernah berhadapan dengan rindu, kehilangan, dan harapan untuk memulai sebuah hari yang baru. Dengarkan sekarang di seluruh digital streaming platform di Indonesia. 

SPIDER-MAN™: BRAND NEW DAY akan menjadi hiburan lengkap, mengingatkan kita pada serunya pertama kali mengenal superhero, sekaligus bersiap mengikuti level selanjutnya dari sebuah kisah manis tentang karakter yang kita sayangi. Ditambah dengan kostum terlihat lebih sederhana, bernuansa merah-biru lebih pekat serta tekstur yang mengingatkan pada komik. 

Selain itu, tempilan secara umum juga lebih realistis dan sedikit lebih gelap dibanding beberapa edisi sebelumnya. Bersiaplah untuk menikmati kembali indahnya web-swinging dalam POV Spider-Man di antara pencakar langit New York.