
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudi Mas’ud (Harum), menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama dalam memutus rantai kemiskinan dan kebodohan di Bumi Etam.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Kalimantan Timur adalah memastikan anak-anak daerah mampu menempuh pendidikan hingga jenjang S1, S2, bahkan S3.
"Masalah utama muncul apabila anak-anak kita tidak lulus SMA, atau hanya sampai SMP. Kami meyakini dengan memberikan pendidikan tinggi, produktivitas mereka akan meningkat, yang insya Allah akan berdampak pada kenaikan income per kapita," kata Rudi dalam keterangannya dikutip, Jumat (19/12/2025).
Rudi menjelaskan, Kalimantan Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, tanpa didukung sumber daya manusia (SDM) yang unggul, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar Kalimantan Timur dapat keluar dari kategori low middle income dan tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif semata.
“Dengan SDM yang unggul dan produktivitas yang tinggi, kita tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi mampu mengelola ekonomi secara bijak, termasuk ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjalankan program pendidikan gratis yang berlaku bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang ekonomi, suku, agama, etnis, maupun gender.
“Kami membangun Kalimantan Timur secara inklusif. Semua sama. Tinggal anak-anak kita mau sekolah atau tidak,” ucap Rudi.
Meski dihadapkan pada keterbatasan dan pemotongan anggaran, Rudi memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, mulai 2026, seluruh mahasiswa di Kalimantan Timur, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama, akan memperoleh fasilitas pendidikan gratis dari tingkat awal hingga tingkat akhir.
“Tahun 2026 nanti, semuanya akan mendapatkan pendidikan gratis di Kalimantan Timur,” kata Rudi.
Rudi berharap, peningkatan tingkat pendidikan masyarakat mampu melahirkan SDM unggul dan produktif, sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah tersebut.
“Kuliah bukan tujuan akhir, tetapi awal perjalanan untuk mencapai cita-cita. Kesuksesan harus diraih dengan usaha dan semangat dari diri sendiri,” pungkasnya.