BPIP: Tanpa Pancasila, Ruang Digital Rentan jadi Ruang Kekerasan

FAZ • Tuesday, 16 Dec 2025 - 15:59 WIB

JAKARTA — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan bahwa ruang digital tanpa pijakan nilai Pancasila berisiko menjadi ruang yang penuh kekerasan verbal, polarisasi, dan disinformasi, khususnya bagi generasi muda.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam Talkshow Refleksi Akhir Tahun 2025 BPIP yang dipandu News Presenter KompasTV, Frisca Clarissa. 

Talkshow yang bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila di Ruang Digital: Pancasila sebagai Landasan Ruang Aman dan Kreativitas Generasi Muda” ini digelar di Auditorium Sukarman, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (15/12).

Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan ruang digital berkembang tanpa arah nilai.

“Jika ruang digital dibiarkan tanpa nilai Pancasila, yang tumbuh bukan kreativitas, tetapi kekerasan, ujaran kebencian, dan perpecahan. Negara wajib hadir melalui kebijakan yang beretika dan berpihak pada generasi muda,” kata Willy dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Dari sudut pandang generasi muda, kreator konten, Jovial Da Lopez menilai, Pancasila bukan konsep abstrak, melainkan panduan praktis dalam berkarya.

“Pancasila itu kompas. Tanpa itu, konten mudah tergelincir jadi sensasi dan provokasi. Dengan Pancasila, ruang digital bisa jadi ruang kreatif yang aman dan berdampak positif,” ujar Jovi.

Sementara itu, praktisi Pendidikan yang juga influencer, Husein Ali Rafsanjani menyoroti urgensi penguatan karakter sejak dini.

“Anak-anak masuk ke ruang digital lebih cepat daripada kesiapan karakternya. Pendidikan Pancasila harus membentengi mereka sebelum algoritma membentuk perilaku,” kata Husein.

Talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian Refleksi Akhir Tahun 2025 BPIP dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi BPIP sebagai wujud keterbukaan informasi publik.

BPIP menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan ruang digital yang aman, beretika, dan berkarakter Pancasila.