
JAKARTA - Program Studi Fisioterapi Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI) berikan pelatihan terapi manual bagi fisioterapis untuk dapat menangani pasien yang mengalami nyeri pinggang.
“Salah satu penyakit muskuloskeletal paling banyak di dunia adalah low back pain atau nyeri pinggang yang menyerang bagian lumbar. Daerah lumbar artinya tulang belakang bagian bawah. Fisioterapi mengatasi low back pain dengan cara exercise dan terapi manual. Tidak hanya dengan cara terapi manual dan exercise, namun juga diberikan edukasi ke pasiennya. Seperti contohnya informasi posisi duduk yang tidak menimbulkan nyeri,” ujar Ketua Program Studi Fisioterapi, Program Sarjana Terapan, Lucky Anggiat Panjaitan, S.Tr.Ft., M. Physio, ketika ditemui disela-sela kegiatan.
Program Studi Fisioterapi Program Sarjana Terapan Fakultas Vokasi UKI bekerja sama dengan Institute Physical Therapy Advancement (IPTA), melaksanakan pelatihan ‘Certificate in Orthopedic Manual Physical Therapy Course for Lumbar Sacral Spine and Sacroiliac Joint Module’, dari tanggal 14 - 16 November 2025 di Ruang Lab Multi Prodi Fisioterapi, UKI, Jakarta.
Lucky Anggiat mengutarakan bahwa fisioterapis memiliki standar internasional pada penanganan kondisi low back pain.
“Fisioterapis Indonesia perlu mengetahui standar terapi manual dan diterapkan pada pasien. Jadi harus memahami penggunaan terapi manual dan menyesuaikan kebutuhan pasien. Setelah mengikuti pelatihan, diharapkan dapat memiliki kemampuan standar internasional yang sama bagi setiap fisioterapis,” ujar Lucky.
“Pada tiga hari latihan ini, di hari pertama dipelajari cara memeriksa pasien dan latihan dalam memberikan treatmentnya. Lalu hari kedua mempelajari cara manipulasi. Dan hari ketiga, peserta akan mempelajari pelvic, yakni pada bagian lumbar di bawahnya ada pelvic. Pelvic akan terpengaruh pada gerakan kaki. Jadi akan mempelajari treatment bagian pinggul atau pelvic” jelas instruktur terapi manual asal Indonesia ini.
“Tips mencegah low back pain adalah dengan tetap aktif bergerak. Low back pain menyerang pada kondisi sedenter, yang duduk saja atau berdiri saja. Maka harus diseimbangkan antara gerakan duduk, berdiri, diam dan bergerak,”tambahnya.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Vokasi UKI, Dr. Maksimus Bisa Lado Purab, S.K.M., SSt.Ft., M.Fis, menjelaskan Orthopedic Manual Physical Therapy for Lumbar Sacral Spine and Sacroiliac Joint Module, merupakan pemeriksaan, diagnosis, intervensi terapi manual dan evaluasi pada kondisi gangguan gerak dan fungsi daerah punggung bawah dan pinggul.
“Dengan mengikuti pelatihan terapi manual berstandar internasional, peserta dapat mengetahui perkembangan terkini bagaimana cara pemeriksaan. Serta dapat melakukan terapi terhadap pasien yang memiliki gangguan gerak dan fungsi pada punggung bawah dan pinggul,” jelasnya.
Doktor Maksimus menjelaskan instruktur dalam pelatihan adalah Andrei Altavas, presiden dari IPTA.
“Andrei Altavas merupakan fisioterapis berkewarganegaran Filipina yang sudah berpengalaman dan memiliki pendidikan subspesialistik dalam bidang Orthopedic Manual Physical Therapy dengan standar Internasional. Andrei sendiri berpraktek sebagai fisioterapis di Amerika,”tutur Maksimus.
Pelatihan ini diikuti oleh praktisi fisioterapis dan juga para pengajar baik dari Jakarta maupun luar Jakarta. Jumlah peserta kegiatan kali ini ada 28 orang, berasal dari Palembang, Kalimantan, Jawa, Sumatera dan Jabodetabek.