Wisuda ke-86, Untar Berkomitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

AKM • Sunday, 9 Nov 2025 - 19:03 WIB
Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., Memindahkan Kuncir Para Wisudawan yang didampingi Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H.

Jakarta — Universitas Tarumanagara (Untar) mengelar Wisuda ke-86 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Sabtu (8/11/2025).

Wisuda ke 86 Untar pada kali ini bertemakan “Move Beyond: Membangun Generasi Berdampak, Tangguh, dan Inspiratif” dan mengangkat budaya Kalimantan Tengah sebagai bentuk pelestarian nilai budaya Indonesia.

Wisuda ke -86 Untar secara resmi mengukuhkan sebanyak 1.167 wisudawan. Mereka  berasal dari delapan fakultas yang ada di Untar, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Fakultas Ilmu Komunikasi.

Dalam sambutanmya, Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., menyampaikan bahwa Untar terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas untuk mencetak lulusan yang berintegritas, profesional, dan berjiwa kepemimpinan.

“Kelulusan bukan hanya ditentukan oleh nilai, tetapi juga oleh perjuangan dan keteguhan hati untuk bertahan menghadapi berbagai tantangan yang kerap mengguncang. Namun, para lulusan berhasil melewatinya dengan semangat dan keteguhan yang luar biasa,” ujar  Rektor Untar di hadapan ribuan wisudawan.

Turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., yang memberikan sambutan dan ucapan selamat kepada para lulusan baru Untar.

Sementara itu, dosen Fakultas Hukum Untar, yang juga bertindak sebagai orator wisuda ke-86. Dr. R.M. Gatot P. Soemartono, S.E., S.H., M.M., LL.M., membawakan topik yang selaras dengan tema wisuda kali ini, Move Beyond.

Ia menyoroti tiga langkah untuk bertumbuh dan menginspirasi kesuksesan. Pertama, move beyond your degree — menjadikan kelulusan bukan sebagai akhir, melainkan awal untuk memberi dampak dan terus belajar lintas disiplin dengan tetap berpegang pada etika. Kedua, move beyond your comfort zone — tidak membiarkan kenyamanan membatasi potensi, karena tantangan justru menumbuhkan. Ketiga, move beyond yourself — memanfaatkan ilmu untuk memberi makna dan manfaat bagi sesama.

 “Untuk para lulusan terbaru, teruslah belajar, bertumbuh, dan melampaui batas dalam menghadapi dunia profesional serta memberikan dedikasi bagi masyarakat,” ujarnya menutup orasi.

Ciptakan Sarjana Plus

Dalam acara wisudawan juga  turut dilakukan penyerahan Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Untar oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada Rektor Untar yang diwakili oleh Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA, QIA, BKP, CRMP. Penyerahan tersebut disaksikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H.

Rektor Untar, Prof. Amad Sudiro mengatakan  Lembaga Sertifikasi Profesi Untar  menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas lulusan Untar menjadi Sarjana. plus.

“ Dengan Sertufikasi lulusan Untar menjadi sarjana plus yang matang secara ke ilmuan pengakuan dari atas kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja nyata,” tegasnya. 

Rektor Untar menjelaskan proses Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Untar oleh ini tidak mudah karema harus melewati sejunlah  persyaratan  selama 6 bulan dan termasuk yang tercepat.

“ Lembaga Sertifikasi Profesi Untar  diharoakan akan dapat digunakan untuk seluruh mahasisawa pada semenster berikutnya dan lulusan Wisudawan yang akan datang,” harapnya.

Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi mendukung dari awal progtam yang di suport yayasan.

“Banyak lulusan  tapi yang diterima sedikit dengan sertifikasi ini lulusan Untar menjadi Sarjana Plus yang membuka peluang untuk diterima ddunia kerja,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini telah diterapkan dan  dilakukan seperti Universitas yang ada di Austalia.

‘ Sertifikat inimerupakan bentuk pengakuan kompetensi san bisa menjadi langkah agar sarjana plus bisa langsung actiom atau siap pakai  bekerja di dunia kerja,” tandasnya.