Menteri LH: Pembangunan Hijau Indonesia Buktikan Kepemimpinan Nyata di COP30

FAZ • Saturday, 8 Nov 2025 - 16:38 WIB

JAKARTA - Indonesia mengambil panggung utama dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) yang digelar di Belém, Brasil, dengan menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin aksi iklim global.

Melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pemerintah membawa berbagai capaian konkret yang memperlihatkan keseriusan Indonesia dalam menanggulangi krisis iklim.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, partisipasi Indonesia di forum dunia tersebut bukan sekadar simbol, melainkan pembuktian bahwa pembangunan hijau dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

“COP30 menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pembangunan hijau tidak hanya mungkin, tetapi juga menguntungkan. Indonesia membangun kepemimpinan dari aksi nyata, bukan sekadar janji,” kata Hanif dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Hanif, sejumlah capaian menjadi bukti komitmen Indonesia, di antaranya penurunan deforestasi hingga 75 persen sejak 2019, restorasi 950 ribu hektare lahan kritis, serta pengakuan terhadap 1,4 juta hektare hutan adat di berbagai wilayah.

Selain itu, kebijakan strategis seperti Peraturan Presiden tentang Waste-to-Energy dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) disebut memperkuat langkah Indonesia dalam mempercepat proses dekarbonisasi nasional.

“Dengan target ambisius menuju Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa kepemimpinan iklim yang efektif diukur dari tindakan nyata di lapangan, bukan dari retorika di meja perundingan,” tutur Hanif.