Insiden di SD Islam Pembangunan, Orang Tua Murid Laporkan Pimpinan UIN Jakarta 

AKM • Wednesday, 17 Jun 2026 - 18:24 WIB
Pengaduan Brian Muhammad (orang tua murid-Kanan) dan Diterima pihak Senat UIN Jakarta (Istimewa)

Ciputat – Seorang orang tua murid SD Islam Pembangunan Pamulang, Brian Muhammad, melayangkan pengaduan kepada Senat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kementerian PANRB, Ombudsman RI, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait insiden yang terjadi di lingkungan sekolah pada 4 Juni 2026.

Pengaduan tersebut berkaitan dengan kunjungan Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., dan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Dr. Imam Subchi, M.A., dalam kegiatan sosialisasi terkait integrasi sekolah ke dalam tata kelola UIN Jakarta.

Menurut Brian, peristiwa yang terjadi saat itu menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekolah yang berlangsung ketika siswa sekolah dasar sedang menjalani ujian. Ia menilai kondisi tersebut dapat berdampak pada kenyamanan dan psikologis peserta didik.

"Anak-anak tidak seharusnya menyaksikan konflik secara langsung di lingkungan sekolah," ujar Brian dalam keterangan tertulis kepada Media, Ciputat, Tangsel, Rabu (17/6)

Sebelumnya, pada 12 Juni 2026, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui akun Instagram resminya telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua murid, siswa, guru, dan pihak terkait atas ketidaknyamanan yang timbul akibat peristiwa tersebut.

Dalam pernyataannya, UIN Jakarta menegaskan akan mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis serta menghormati proses hukum yang berlangsung.

Melalui pengaduan itu, Brian meminta lembaga terkait melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing, termasuk terkait aspek etika, administrasi, dan kode perilaku aparatur sipil negara.

Ia menegaskan laporan tersebut bertujuan mendorong akuntabilitas serta memastikan perlindungan hak-hak peserta didik di lingkungan pendidikan.

"Mendirong akuntabilitas serta memastikan perlindungan hak-hak peserta didik di lingkungan pendidikan," tandasnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak UIN Jakarta terkait laporan yang telah disampaikan tersebut.